Home Berita Nasional Ibadah Haji Tahun Ini Dibatalkan, Kesehatan Jadi Prioritas

Ibadah Haji Tahun Ini Dibatalkan, Kesehatan Jadi Prioritas

150
0
SHARE
Jemaah haji Indonesia saat tiba di Arab Saudi, pada musim haji 1440H/2019M, 7 Juli 2019. (Gambar : kemenag)

Wasathiyyah.com, Jakarta – Kementerian Agama telah mengumumkan pembatalan ibadah haji untuk musim haji 1441 H / 2020 M pada Selasa (02/06), sebagaimana tercantum melalui surat Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 494 tahun 2020. 

Menteri Agama, Fachrul Razi dalam telekonferensi dengan awak media mengemukakan bahwa pemerintah harus memprioritaskan keselamatan calon jamaah haji di tengah pandemi Coronavirus yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Ede Surya Darmawan, ahli kesehatan Universitas Indonesia menyampaikan hal senada. “Menjaga kesehatan saat ini lebih prioritas,” ungkap Ede dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi nasional, di Jakarta, Selasa (02/06).

Ede mengungkapkan bahwa potensi penularan Coronavirus cukup besar jika calon jamaah haji Indonesia tetap berangkat untuk menunaikan ibadah haji. “Potensi penularan selalu ada, kecuali sudah tidak ada kasus lagi,” ungkap Ede.

Ede menambahkan bahwa potensi penularan tidak hanya berlaku ketika pelaksanaan ibadah haji saja, melainkan juga ketika jamaah haji sudah pulang ke Indonesia. Kepulangan jamaah haji ke Indonesia dapat memicu gelombang kedua (second wave) Coronaviru di tanah air.

Dalam telekonferensinya, Menag Fachrul Razi menjelaskan bahwa Kemenag telah melakukan kajian mendalam untuk keputusan pembatalan ibadah haji tahun ini. Termasuk pertimbangan bahwa dalam syariat pun menjaga keselamatan jiwa harus diutamakan.

Selain itu, dilakukan juga kajian literatur di mana sejarah mencatat bahwa pembatalan ibadah haji pernah terjadi beberapa kali di masa lalu dengan berbagai sebab. Tahun 1814 saat terjadi wabah Thaun, tahun 1837 dan 1858 saat terjadi wabah epidemi, 1892 wabah kolera, 1987 wabah meningitis. Pada 1947, Menag Fathurrahman Kafrawi mengeluarkan Maklumat Kemenag No 4/1947 tentang Penghentian Ibadah Haji di Masa Perang.

Selain soal kesehatan, kebijakan pembatalan ini diambil karena hingga saat ini pemerintah Arab Saudi belum membuka akses layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441H/2020M. Akibatnya, Pemerintah tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan dalam pelaksanaan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah. Padahal persiapan itu penting agar jemaah dapat menyelenggarakan ibadah secara aman dan nyaman. (WST/RS/kemenag)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.