Home Berita Nasional Umat Diimbau Biasakan Lagi Shalat di Masjid

Umat Diimbau Biasakan Lagi Shalat di Masjid

209
0
SHARE
Umat muslim melaksanakan shalat tarawih di Islamic Center Dar Al Hijrah di Falls Church, Virgiana, Minggu (12/5/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Amr Alfiky/pras.

Wasathiyyah.com, Jakarta — Memasuki masa new normal, Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengimbau umat Islam mulai membiasakan diri lagi beribadah ke masjid dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Intensifkan edukasi masyarakat sehingga akan terbiasa. Kalau menahan diri di rumah, nanti kebablasan, masyarakat tidak akan memiliki kreativitas,” kata Sekretaris Jenderal PP DMI Imam Addaruquthni kepada Republika, Rabu (1/7).

DMI, menurut dia, sudah merekomendasikan pelaksanaan shalat Jumat dua gelombang untuk menghindari keramaian jamaah dalam masa new normal. DMI mengusulkan, jamaah shalat Jumat dibagi dua berdasarkan ganjil-genapnya nomor ponsel mereka.

Terkait penyelenggaraan shalat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban, lanjut Imam, DMI belum akan memberikan imbauan ke masjid-masjid. Menurut dia, imbauan dari Kementerian Agama (Kemenag) maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah cukup untuk disampaikan dan diterapkan oleh masjid-masjid di seluruh Indonesia.

“Saya rasa cukup memadai yang disampaikan Kemenag. Dalam pekan depan, MUI juga akan keluarkan panduan,” kata Imam.

Sebelumnya, Kemenag menerbitkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19. Dalam surat edaran itu ditekankan, penyelenggaraan shalat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban harus memperhatikan protokol kesehatan.

“Shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah dengan memperhatikan protokol kesehatan dan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-19 oleh pemerintah daerah atau gugus tugas (Covid-19) daerah,” kata Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dalam surat edaran yang diterbitkan, Selasa (30/6/2020).

Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaedi mengatakan, MUI mendukung protokol shalat Idul Adha yang dirilis Kemenag. Protokol tersebut, menurut dia, sejalan dengan fatwa MUI.

“Karena di Fatwa MUI Nomor 14 menegaskan, umat yang berada di wilayah yang dapat dikendalikan atau zona aman diperbolehkan melaksanakan ibadah secara normal, tentu dengan tetap menjaga jarak, mengikuti protokol kesehatan,” katanya.

Dia juga menyarankan para pengurus masjid harus membuat aturan keamanan selama proses ibadah.  “Untuk shalat Idul Fitri dan Idul Adha, sunahnya itu dilakukan di lapangan terbuka. Maka, buatlah aturan keamanannya, seperti pengaturan jarak antarjamaah, wajib menggunakan masker, membawa sajadah sendiri, hingga sanitasi,” ujar anggota Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu.

Dia juga mengingatkan masyarakat di zona hijau atau zona aman untuk tidak bertindak ceroboh dan terus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

MUI, menurut Muhyiddin, juga secara umum sepakat dengan protokol pemotongan hewan kurban yang diterbitkan Kemenag.

Shalat Idul Adha di Istiqlal

Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan adanya kemungkinan penyelenggaraan shalat Idul Adha di Istiqlal pada akhir Juli. Namun semua itu tergantung proses renovasi yang hingga saat ini masih dilakukan.

Proses renovasi Istiqlal secara keseluruhan diklaim telah nyaris rampung. Diperkirakan pengerjaan akan tuntas pada pertengahan atau akhir Juli. Namun keputusan akhir soal pelaksanaan sholat Idul Adha menunggu instruksi lebih lanjut.

“Pekan ini baru dipastikan, karena masih renovasi besar-besaran. Rencananya iya (adakan shalat Idul Adha) tapi masih ada yang belum tuntas, kepastiannya kami rapat kooordinasi dulu, finalnya Minggu depan,” kata Prof Nasar pada Republika, Rabu (1/7).

Diketahui, proses renovasi Istiqlal dimulai pada Mei 2019 dengan target pengerjaan selama 10 bulan. Tapi pengerjaannya molor akibat pandemi Covid-19. Ketika virus itu mewabah di ibu kota, jumlah pekerja dikurangi dan banyak dari mereka yang pulang kampung. Ketika kondisi sedikit mereda, mereka malah kesulitan untuk kembali karena adanya pembatasan perjalanan. Jika batal melaksanakan shalat Idul Adha, maka itu akan jadi kali pertamanya terjadi di Istiqlal sejak diresmikan pada 1978.

“Masih renovasi sekarang, dikebut instalasi listrik dan pintu gerbangnya,” ujar Kabag Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah di waktu yang sama.

Di sisi lain, Istiqlal tetap mengadakan pemotongan hewan kurban terlepas shalat Idul Adha diadakan atau tidak. Pengurus Istiqlal siap menerima, memotong sekaligus menyalurkan hewan kurban.

Selama proses pemotongan kurban hingga penyalurannya, pengurus Istiqlal berkomitmen menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker, cuci tangan. Diharapkan para penerima hewan kurban juga mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan bersama.

“Potong kurban jalan, kami terima sumbangan hewan kurban, pemotongan disesuaikan dengan protokol kesehatan,” ujar Prof Nasar.

Pembukaan masjid di sejumlah Negara

Tak hanya Indonesia, sejumlah Negara juga sudah membuka masjid, sehingga masyarakat setempat dapat shalat berjamaah di dalamnya. Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal (IACAD) Uni Emirat Arab  mengumumkan ada 770 masjid yang kembali dibuka. Daftar 770 masjid yang dibuka itu mencakup wilayah Deira dan Bur Dubai.

Namun demikian, penangguhan shalat Jumat di masjid-masjid lainnya di wilayah tersebut akan berlanjut hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut. Mengutip Gulf News, Rabu (1/7) keputusan untuk membuka kembali masjid itu memang telah ada sejak Senin lalu.

Akan tetapi, dalam pelaksanaan pembukaan itu, jamaah kembali diimbau untuk tetap mengikuti delapan prosedur ibadah. Termasuk, di antaranya adalah mengosongkan satu jarak di antara setiap barisan. Dan membawa sejadah peribadi ketika hendak melakukan ibadah shalat.

Sebelumnya, masjid-masjid tersebut memang telah ditutup beberapa pekan sebagai tindakan pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Lebih lanjut, untuk mengetahui daftar masjid yang telah dibuka, IACAD mendesak warga untuk mengunjungi situs webnya di www.iacad.gov.ae.

Pihak terkait menegaskan, ada ketelitian yang harus dilakukan semua pihak, utamanya jamaah dan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Terlebih, yang diadopsi oleh pihak berwenang untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Pemerintah Malaysia pada Rabu (1/7) mengizinkan kuliah, sholat Dhuha dan kelas agama diadakan di masjid dan surau mulai pekan ini. Hal ini disampaikan Menteri Senior (Cluster Keamanan), Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob. Berbagai kegiatan harus tetap merujuk kepada prosedur operasi standar (SOP). Pelaksanannya akan tergantung pada ukuran dan kapasitas masjid atau surau.

“Masjid dan surau juga berwenang untuk mengadakan tazkirah (pembicaraan keagamaan) sebelum sholat Jumat, tunduk pada kepatuhan SOP, mulai Jumat ini (3 Juli),” katanya dalam konferensi pers perkembangan terbaru tentang perintah kontrol gerakan pemulihan (RMCO) pada Rabu (1/7).

Pertemuan komite menteri khusus tentang Implementasi Perintah Kontrol Gerakan (MCO) telah mempelajari proposal Kementerian Pendidikan Tinggi (KPT) tentang pembukaan Lembaga Pembelajaran yang Lebih Tinggi (IPT) dan SOP untuk siswa lokal serta internasional. Pertemuan telah menyetujui proposal KPT dan kementerian akan mengumumkan rincian SOP serta tanggal pembukaan IPT.

Ismail Sabri mengatakan, pemerintah akan meluncurkan Kampanye Kesadaran Covid-19 secara nasional. Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin akan meresmikan peluncuran tersebut.

Kampanye ini bertujuan mengadopsi praktik new normal dan pengendalian diri untuk penularan Covid-19. Sementara, untuk memberikan kesempatan mengekspresikan kreativitas bagi warga Malaysia yang berada di dalam negeri atau di luar negeri, Kementerian Komunikasi dan Multimedia (KKMM) juga akan menyelenggarakan lomba Desain Logo Kampanye dan Tagline Pelatihan Kesadaran Covid-19.

“Kontes dibuka hari ini dan tanggal penutupannya adalah 10 Juli sebelum jam 12 tengah malam, semua orang Malaysia berhak untuk berpartisipasi,” katanya dilansir dari Malaymail, Kamis (2/7).

Pemenang hadiah pertama mendapatkan uang tunai 5.000 Ringgit Malaysia, 3.000 ringgit Malaysia untuk juara kedua, dan 1.000 ringgit Malaysia untuk juara ketiga. Hadiah ini akan diberikan oleh Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin. (WST/YN/republika.id)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + 13 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.