Home Berita Internasional Batal Haji, Warga India ini Sumbangkan $ 10.000 untuk Fakir Miskin

Batal Haji, Warga India ini Sumbangkan $ 10.000 untuk Fakir Miskin

69
0
SHARE
Unity Charitable Trust (UCT) mendistribusikan bantuan sosial kepada mereka yang membutuhkan di kota Surat, negara bagian Gujarat, India. (Gambar : Arabnews)

Wasathiyyah.com, New Delhi – Arif Shah, 48 tahun, sangat senang saat tahu namanya ada dalam daftar peserta haji tahun ini bersama istri dan putranya. Bertahun-tahun lamanya ia menabung dan berhasil mengumpulkan uang sebesar $ 10.000 untuk ongkos haji mereka.

Namun, pemerintah India mengumumkan penutupan secara nasional pada 24 Maret dalam upaya meredam penyebaran pandemi Covid 19. Akhirnya, Arif Shah sepakat bersama istri dan putranya untuk membatalkan rencana ibadah haji dan menyumbangkan semua uang yang sudah dikumpulkan itu untuk fakir miskin.

“Kami benar-benar berharap dapat mengunjungi Mekkah dan Madinah untuk berhaji. Namun, virus Corona menghalangi kami,” kata Shah.

“Kami pikir, Allah belum mengizinkan kami untuk berhaji tahun ini, namun Allah mengizinkan kami untuk menggunakan uang ini untuk tujuan mulia,” ungkap Shah.

Sikap keluarga Arif Shah yang murah hati ini dimotivasi oleh kesadaran bahwa banyak orang disekitarnya yang kehilangan pekerjaan dan harta mereka akibat pandemi Covid 19. Pandemi ini mengakibatkan krisis sosial dan ekonomi di India. Ribuan pekerja lepas tiba-tiba kehilangan sumber penghasilan dan terpaksa pulang kampung dengan berjalan kaki ke India Timur yang berjarak 1.000 mil lebih.

Arif Shah dan keluarganya tinggal di kota Surat, sebelah barat negara bagian Gujarat. Dan, di kota ini cukup banyak orang yang keadaannya memprihatinkan akibat pengangguran dan kemiskinan.

Maka, Arif Shah meminta kepada putranya, Akram (25), untuk mulai menyalurkan bantuan kepada kaum fakir miskin. Akram sudah bekerja di sebuah perusahaan tekstil dan berpengalaman dalam gerakan sosial Unity Charitable Trust (UCT) sejak 2016.

“Sejak pandemi dan pembatasan, krisis kemanusiaan muncul di wilayah kami. Banyak orang tiba-tiba menjadi pengangguran dan jatuh miskin,” kata Akram.

Akram Shah menyiapkan paket bantuan sosial.

“Kami memutuskan untuk menggerakkan para sukarelawan dan sumebr daya di UCT untuk membantu orang miskin dan mulai membagikan paket sembako sehingga menekan angka kelaparan,” lanjut Akram.

Ide menggunakan ongkos haji untuk sumbangan sosial ini berawal dari obrolan sederhana keluarga ini di meja makan pada pertengahan bulan Maret. Tak disangka, obrolan itu menjadi gerakan yang menginspirasi lebih banyak orang.

Berkat inisiatifnya, pemerintah setempat memberikan penghargaan kepada keluaga Arif Shah. Perwakilan Partai Bharatiya Janata, partai yang sedang berkuasa, juga memberikan dukungan dan penghargaan kepada keluarga Arif Shah.

Akram menegaskan bahwa gerakan UCT diperuntukkan bagi siapa saja yang membutuhkan, tanpa memandang warna kulit, ras dan agama.

Arif Shah terjun langsung dalam pembagian sembako bagi orang yang membutuhkan di kota Surat, Gujarat.

“Bukan hanya muslim yang kami bantu, tetapi orang-orang membutuhkan delam latar belakang agama apapun,” tegasnya. Akram juga mengatakan bahwa ia akan terus menggalang bantuan untuk disalurkan kepada lebih banyak orang yang membutuhkan.

Akram adalah anak tertua dari enam bersaudara. Akram mengatakan bahwa dia menyadari pengorbanan dan kerja keras yang telah dilakukan orangtuanya untuk menabung demi bisa menunaikan haji. Dan, Akram semakin bangga manakala ayahnya menyampaikan ide untuk menggunakan uang itu sebagai amal sosial bagi mereka yang membutuhkan.

Akram mengatakan bahwa ayahnya sama sekali tidak menyesali keputusan itu.

“Uang itu adalah titipan Allah kepada kita,” kata Arif Shah. “Adalah kehendak Allah pula supaya kita menggunakan uang itu untuk membantu orang miskin yang lebih membutuhkan daripada kita. Justru kami merasa bersyukur bisa menjadi jalan kebaikan untuk membantu orang lain,” kata Shah.

Sang istri, Razia, 40 tahun, menyetujui dan mendukung langkah sang suami. “Anda berhaji hanya ketika Allah mengundang anda. Saya merasa Allah lebih suka jika kami melayani umat-Nya saat ini. Dan, selama ini ternyata kami menabung uang untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan. Ini adalah amal shalih,” pungkas Razia. (WST/RS/arabnews)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.