Home Berita Internasional Din Syamsuddin Bertemu Grand Syaikh Al-Azhar

Din Syamsuddin Bertemu Grand Syaikh Al-Azhar

318
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Cairo- Setelah penutupan Konferensi Internasional Al-Azhar tentang Pembaharuan Pemikiran Islam di Kairo, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Dr. KH. M. Din Syamsuddin berkunjung ke Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad At-Thoyyib. Pertemuan kemaren, Selasa (28/1) didampingi oleh Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH. Anizar Masyhadi dan Ust. Hawin Aulia, Lc.

Dalam pertemuan tersebut, Din Syamsuddin menyampaikan apresiasi dan selamat kepada Grand Syaikh atas suksesnya konferensi. Menurut Din, Al-Azhar selalu mengambil peran di dalam syiar pembaharuan pemikiran dan wassathiyyat Islam.

“Selamat atas suksesnya acara. Alhamdulillah, Al-Azhar selalu mengambil peran penting dalam pembaharuan pemikiran dan wassathiyyat Islam.” Kata Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015 itu.

Pertemuan di ruang khusus tersebut dalam rangka membahas kerjasama Muhammadiyah dengan Al-Azhar dan Grand Syaikh Al-Azhar menyatakan sangat senang dengan kehadiran Din Syamsuddin, yang pada tahun 2018 menjadi tuan rumah Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Dunia tentang Wassathiyyat Islam di Istana Bogor, Syaikhul Islam tersebut bersedia untuk menindaklanjuti program-program kerjasama sebagaimana yang disampaikan Din Syamsuddin.

Penasehat Tazakka Din Syamsuddin juga bertemu dengan Rektor Al-Azhar Prof. Dr. Muhammad Husein Al-Mahrosowi dan Wakil Rektor Prof. Dr. Abu Zaid Al-Amir bersama dai kecil Al-Azhar berumur 5 tahun yang sudah hafal Al-Quran.

Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH. Anizar kepada tim media menyampaikan, bahwa Al-Azhar adalah lembaga keagamaan dan pendidikan tertua yang menjadi rujukan umat Islam dunia, khusus kepada Indonesia, Grand Syaikh “Abul Wafidin” tersebut memberikan perhatian khusus dengan berkunjung lebih dari 1 kali dan memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia dan program-program pelatihan imam dan khotib dan lain sebagainya.

“Grand Syaikh, sangat perhatian terhadap mahasiswa asing, terutama dari Indonesia. Oleh sebab itu, tidak berlebihan kalua beliau kami sebut sebagai Abul Wafidin.” Kata Anizar. (WST/YNF/Tazakka)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.