Home Berita Internasional Prof. M. Quraish Shihab Merima Tanda Kehormatan dari Pemerintah Mesir

Prof. M. Quraish Shihab Merima Tanda Kehormatan dari Pemerintah Mesir

386
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Cairo–Prof. Dr. M. Quraish Shihab, cendekiawan Muslim Indonesia, Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), mendapatkan Tanda Kehormatan Tingkat Utama Bintang Ilmu Pengetahuan dan Seni dari Pemerintah Mesir. Bintang Tanda Kehormatan tersebut diserahkan oleh Perdana Menteri Mesir, Musthafa Madbouli, mewakili  Presiden Abdul Fattah al-Sisi, pada pembukaan Konferensi Internasional tentang Pembaharuan Pemikiran Islam yang diselenggarakan oleh Al-Azhar di Kairo, 27-28 Januari 2020.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Pemerintah Mesir kepada ulama dan cendekiawan Muslim, dari dalam dan luar Mesir, yang telah berjasa dalam melakukan pembaharuan di bidang pemikiran Islam dan menyebarkan pemahaman Islam yang moderat dan toleran.

Penghargaan tersebut, menurut Direktur PSQ, Dr. Muchlis M Hanafi, sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Mesir dan Al-Azhar al-Syarif, lembaga keislaman yang konsisten mengembangkan pemikiran keislaman yang moderat selama 1079 tahun, terhadap pemikiran dan sikap keislaman yang berkembang di Indonesia, terutama dari Prof. M. Quraish Shihab.

“Semoga penghargaan tersebut dapat memotivasi kita untuk menghadirkan Islam yang moderat dan toleran, dengan melakukan pembaharuan di bidang pemikiran yang berlandaskan Al-Quran dan Sunnah.” Kata Muchlis M Hanafi yang hadir dalam acara Konferensi Internasional itu bersama utusan dari Indonesia, diantaranya: TGB Dr. M. Zainul Majdi (Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar cabang Indonesia), Prof. Din Syamsuddin (Ketua Dewan Pertimbangan MUI ), dan Dr. Usman Syihab (Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo).

Muchlis M Hanafi menerangkan bahwa selain M. Quraish Shihab, ada tokoh-tokoh ulama lain yang juga mendapat penghargaan. Mereka adalah: (Alm) Syeikh Muhammad Mustafa al-Maraghi (1881-1945), Grand Syeikh al-Azhar ke-8, yang dikenal sebagai tokoh pembaharu pada masanya; (Alm) Syeikh Musthofa Abdul Raziq (1885-1947), Grand Syeikh Al-Azhar ke-10, ulama dan tokoh pembaharu filsafat Islam di era modern; (Alm) Syeikh Mahmoud Syaltut (1893-1963), Grand Syeikh Al-Azhar yang pertama kali mendapat gelar al-Imam al-Akbar, tokoh pembaharu dan perintis dialog antar madzhab (Sunnah-Syiah). Pada masanya, Universitas Al-Azhar membuka fakultas-fakultas umum; Prof. Dr. Mahmoud Hamdi Zaqzouq, Anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar; Prof. Dr. Nasr Farid Washil, Anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar; Syeikh Muhammad Husein, Mufti al-Quds Palestina; Syeikh Dr. Abdul Lathif Abdul Aziz Al Syeikh, Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi; dan Syeikh Dr. Sulthan al-Rumaitsi, Sekjen Majelis Hukama al-Muslimin, Uni Emirat Arab.

“Sekali lagi, penghargaan ini kebahagiaan bagi PSQ yang beliau dirikan, sekaligus merupakan amanat agar PSQ terus memainkan peran terbaiknya bagi umat dan bangsa.” Kata Sekretaris Jenderal Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia sekaligus Kepala Lajnah Pentashihan Al-Qur’an itu dengan penuh rasa syukur. (WST/YNF/MMH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two − 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.