Home Berita Internasional Warga Muslim Didiskriminasi, PBB Peringatkan India

Warga Muslim Didiskriminasi, PBB Peringatkan India

67
0
SHARE
Sekjen PBB Antonio Guterres.

Wasathiyyah.com, Jenewa – Antonio Guterres, Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan pemerintah India untuk segera menghentikan perlakuan diskriminasi dan rasisme terhadap warga muslim. Pesan ini disampaikan dalam peringatan Hari Internasional Korban Kekerasan Berdasarkan Keyakinan Agama.

Guterres mengatakan bahwa para pemimpin Partai Bharatiya Janata (BJP) selaku partai penguasa saat ini dan saluran-saluran berita pro pemerintah India bergegas menyalahkan warga muslim atas meningkatnya angka kasus Covid 19 di negara itu. Mereka melakukan stigma terhadap kelompok Jamaah Tabligh sebagai penyebar virus.

Guterres menegaskan bahwa di tengah situasi ini warga muslim India telah diserang, diintimidasi dan ditolak perawatan medisnya serta diboikot karena stigma negatif itu. Ia memperingatkan India bahwa kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah hak setiap manusia yang tertanam kuat dalam hukum HAM internasional.

Guterres juga mengatakan bahwa PBB terus melakukan pemantauan sejak Februari lalu atas konflik berdarah antara kelompok Hndu dan Muslim di New Delhi yang dipicu penerapan undang-undang kewarganegaraan oleh pemerintah Narendra Modi.

Dalam undang-undang itu disebutkan bahwa pemerintah India akan memberikan hak kewarganegaraan bagi pengungsi dari tiga negara tetangga, tapi hanya untuk non-muslim saja.

Hal itu seketika menimbulkan gejolak. Pemerintahan Modi dan nasionalis Hindu dengan Partai Bharatiya Janata-nya telah merusak tradisi sekuler India yang terbuka. Di lain pihak, BJP menyangkal tuduhan rasisme terhadap 180 juta muslim minoritas di India. Namun, aksi protes tak dapat ditahan sehingga menjadi letusan konflik selama dua bulan di New Delhi yang menelan banyak korban.

Umat Muslim di India mengalami diskriminasi di berbagai bidang termasuk pekerjaan, pendidikan, dan perumahan. Banyak yang menghadapi hambatan untuk meraih kekuasaan politik dan kekayaan. Muslim juga mengalami kekurangan akses terhadap perawatan kesehatan dan layanan dasar.

Laporan 2019 oleh organisasi nonpemerintah Common Cause menemukan, bahwa setengah dari polisi yang disurvei menunjukkan bias anti-Muslim. Artinya, mereka cenderung tidak melakukan intervensi menghentikan kejahatan terhadap Muslim.

Dalam artikel berjudul “Muslim India: Populasi yang Semakin Marjinal” yang diterbitkan di laman Council on Foreign Relations (CFR), para analis mencatat impunitas (kebebasan dari hukuman) yang meluas bagi mereka yang menyerang Muslim.

Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, pengadilan dan badan pemerintah terkadang membatalkan hukuman atau mencabut kasus yang menuduh umat Hindu terlibat dalam kekerasan terhadap Muslim. (WST/RS/republika)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − 7 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.