Home Berita Internasional Pertama Kali Setelah 700 Tahun, Kota Seville di Spanyol Akan Punya Masjid

Pertama Kali Setelah 700 Tahun, Kota Seville di Spanyol Akan Punya Masjid

41
0
SHARE
Plaza de Torros di Kota Seville, Spanyol Foto: Shutterstock

Wasathiyyah.com, Jakarta — Setelah 700 tahun, untuk yang pertama kalinya Kota Seville di Spanyol akan punya masjid. Rencananya, masjid tersebut mulai dibangun dalam waktu dekat.

Dilansir Al Jazeera, pembangunan masjid pertama di Kota Seville itu digawangi oleh Frederic Kanoute. Ia adalah seorang Muslim keturunan Mali yang lahir di Prancis.

Frederic Kanoute berinisiatif untuk menyediakan ruang formal dan permanen bagi para pemeluk Islam di Kota Sevilla. Untuk itu, mantan pesepakbola yang dulu bermain untuk Sevilla FC tersebut mengumpulkan dana pembangunan masjid secara daring melalui kampanye crowdfunding.

Kampanye bertajuk Kanoute 4 Seville Mosque itu diluncurkan setahun lalu di LaunchGood, platform crowdfunding yang berfokus pada komunitas Muslim di dunia.

Berkat usahanya, Kanoute berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 1 juta atau sekitar Rp 14,8 miliar. Pada 27 Mei mendatang, kabarnya Kanoute 4 Seville Mosque akan mendapat dana tambahan.

Pembuatan masjid untuk Kota Seville tersebut diperkirakan akan memakan biaya sekitar USD 13 juta atau sekitar Rp 192,4 miliar.

Untuk itu, Kanoute menyampaikan ucapan terima kasihnya melalui unggahan di Twitter.

“Terima kasih dan semoga Allah membalas kebaikan kamu semua yang telah ikut berpartisipasi dalam kampanye ini, baik kamu yang berdonasi melalui uang maupun yang ikut membagikan pesan (kampanye). Terima kasih untuk kalian semua,” ujarnya dalam video yang diunggah pada Selasa (20/2).

Kanoute memeluk agama Islam pada usia 20 tahun. Ide membangun masjid di Kota Seville diakui Kanoute muncul ketika ia kesulitan menemukan masjid saat tinggal di kota tersebut.

Padahal, Spanyol diperkirakan memiliki dua juta penduduk beragama Islam dan 30 ribu di antaranya tinggal di Kota Seville. Kanoute bahkan pernah membeli sebuah musala untuk dijadikan sebagai tempat sembahyang sementara bagi masyarakat sekitar.

“Ketika saya tiba di Seville, sangat sulit untuk menemukan masjid. Saya harus bertanya pada orang-orang,” kata Frederic Kanoute pada Al Jazeera.

Abdiya Medding, wirausahawan asal Inggris yang kini berdomisili di Seville, mengatakan, kendati Seville menjadi salah satu wisata yang digemari umat Islam, tempat beribadah bagi pemeluk Muslim sulit ditemukan.

Biasanya, ruang salat yang disediakan terletak di kawasan basement dengan kapasitas kecil. Hal itu karena Islam muncul di kota tersebut pada abad ke-8 dan sudah banyak sejarahnya yang mulai hilang.

“Ruang-ruang doa yang saya tahu di Seville letaknya tersembunyi. Pengunjung yang datang ke Seville biasanya akan kesulitan untuk menemukannya,” jelas Medding.

Ia berharap agar hadirnya masjid yang digagas Kanoute dapat mengikis prasangka dan islamofobia yang terjadi di Eropa.

“Salah satu niat kamu adalah mengubah persepsi orang-orang tentang Islam. Kami dapat membantu orang-orang untuk memperluas wawasannya tentang Islam. Kami tidak akan mengubah agamamu. Datang dan temui kami, kami sama seperti kamu,” tutup Medding.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.