Home Berita Internasional Di Tengah Kepungan Corona, Ibu Kota Kroasia Dilanda Gempa Besar

Di Tengah Kepungan Corona, Ibu Kota Kroasia Dilanda Gempa Besar

22
0
SHARE
Sebuah mobil tertimpa puing tembok di jalan ibu kota Kroasia, Zagreb.

Wasathiyyah.com, Zagreb – Gempa bumi berkekuatan 5.4 Skala Richter mengguncang Zagreb, ibu kota Kroasia pada Minggu (22/03). GFZ, Pusat Penelitian Jerman untuk Geosains mengungkap bahwa pusat gempa berada di Balkan Barat pada kedalaman 10 km.

“Goncangan berlangsung selama lebih dari sepuluh detik. Ini gempa paling kuat sejauh yang pernah saya rasakan,” ujar seorang warga. Sesekali gempa susulan masih terasa.

Seorang anak berusia 15 tahun dilaporkan kritis, sementara 16 lainnya luka-luka, kata pihak berwenang.

Survei Geologi AS mengatakan gempa berkekuatan 5,4 SR, sementara Pusat Seismologi Mediterania Eropa (EMSC) juga melaporkan kekuatan 5,3 SR, diikuti oleh gempa berkekuatan 5,1 SR lainnya.

Perdana Menteri Andrej Plenkovic mengatakan gempa itu adalah yang terbesar di Zagreb dalam 140 tahun terakhir.

Gempa ini mengakibatkan kerusakan luas termasuk Katedral yang menjadi ikon Zagreb luluh lantak pada beberapa bagiannya. Salah satu puncak menara rubuh. Jalanan ibu kota dipenuhi puing bangunan yang ambruk. Potongan beton jatuh menimpa mobil-mobil yang terparkir.

Seorang pria melihat reruntuhan di bagian dalam gereja.

Cuaca dingin dan serangan virus Corona menambah kesulitan yang dihadapi warga kota. Seorang ibu dengan baju tidur nampak memeluk bayinya di ddepan rumah sakit bersalin yang turut rusak akibat goncangan gempa.

Para wanita, bayi-bayi yang baru lahir dan kotak-kotak inkubator dievakuasi ke tempat aman dengan bantuan tentara.

Orang-orang yang tinggal di apartemen tampak berkerumun di jalanan. Sebagian wilayah di ibu kota mengalami pemadaman listrik. Menara gereja rusak dan beberapa sisi bangunannya rubuh. Kebakaran juga terjadi di beberapa tempat. Demikian laporan Reuters.

Situasi Kompleks

Menteri Dalam Negeri Kroasia, Davor Bozinovic, memohon kepada warga melalui di laman twitternya untuk tetap saling menjaga jarak di jalanan sebagai antisipasi penyebaran virus Corona. Sejauh ini, Kroasia telah mengkonfirmasi 206 kasus dan satu kematian.

Perdana Menteri Kroasia, Plenkovic, setelah mengadakan pertemuan darurat pejabat tinggi mengatakan kepada media, “Kami menghadapi dua krisis paralel yang saling bertentangan.”

Mirna Brekalo, wartawan Al Jazeera melaporkan beberapa warga berkumpul di taman kota Zagreb, untuk melindungi diri mereka dari beberapa gempa susulan.

“Dalam situasi kepanikan tinggi ini, dapat dimengerti jika beberapa orang saat ini tidak memikirkan virus corona, yang menciptakan masalah tambahan untuk seluruh situasi,” kata Brekalo.

Tentara Kroasia mengenakan topeng dan membawa sekop dapat terlihat membantu upaya untuk membersihkan kerusakan di jalan-jalan Zagreb.

Menteri Dalam Negeri Bozinovic mengatakan situasinya diperumit oleh tindakan pembatasan terkait virus Corona.

“Ada aturan tertentu ketika terjadi gempa bumi. Tetapi ketika ada gempa bumi dan di saat yang sama ada pandemi global, maka itu adalah situasi yang jauh lebih kompleks,” kata Bozinovic kepada kantor berita negara HINA. (WST/RS/Aljazeera)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.