Home Berita Internasional Klub Jerman Setop Akademi Sepakbola di China Buntut Soal Uighur

Klub Jerman Setop Akademi Sepakbola di China Buntut Soal Uighur

134
0
SHARE
Mesut Oezil

Wasathiyyah.com, Koln — Pernyataan gelandang Arsenal Mesut Oezil membuat berang Pemerintah China. Bahkan, pertandingan Arsenal akhir pekan lalu dibatalkan penayangannya di China dan pemain timnas Jerman itu dihilangkan dari gim Pro Evolution Soccer 2020 yang beredar di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Tindakan itu terjadi lantaran kritik Oezil terkait perlakuan terhadap minoritas Muslim Uighur di China.

Reaksi dunia sepak bola terkait pesoalan minoritas Uighur juga memasuki babak baru.

Klub sepak bola Jerman, FC Koln, menghentikan pembangunan akademi mereka di China.

Pejabat senior di klub itu menyatakan bahwa “hak asasi manusia sangat tidak dihargai” di negeri itu.

Namun klub tersebut menyatakan alasan penghentian adalah evaluasi ulang terhadap alokasi sumber daya.

Mereka juga mengatakan bentuk kerja sama lain, semisal sponsor dari perusahaan China, akan tetap diterima.

Menyakiti Penggemar

Menurut perusahaan yang mengeluarkan gim Pro Evolution Soccer (PES) 2020, NetEase, Mesut Ozil dikeluarkan dari permainan yang populer di Asia itu karena komentarnya terkait Muslim Uighur.

“Pesepak bola Jerman Oezil mengunggah pernyataan ekstrem mengenai China di media sosial,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.

“Unggahan itu menyakiti perasaan penggemar di China dan mencederai semangat olah raga dan perdamaian. Kami tidak paham, tidak terima dan tidak memaafkaan hal ini.”

Oezil yang beragama Islam sempat menyebut Muslim Uighur di China sebagai “”pejuang yang menolak persekusi”.

Ia juga mengecam China maupun diamnya kaum Muslimin terhadap persoalan ini.

Pada hari Sabtu (14/12), Arsenal mengambil jarak dari pandangan Oezil, dengan mengatakan “sebagai organisasi mereka tidak pernah melibatkan diri dengan masalah politik”.

Sementara itu Juru bicara kementerian luar negeri China, Beng Shuang mengatakan, pemain Arsenal, Mesut Oezil, telah “dibohongi berita palsu” terkait perlakuan Beijing terhadap Muslim Uighur.

Geng mengatakan gelandang Jerman itu telah “dipengaruhi pernyataan tidak benar” dan mengundangnya untuk mengunjungi daerah otonomi Xinjiang dan “melihat dengan mata kepala” sendiri.

Sementara itu klub Jerman FC Koln yang dijadwalkan membuka akademi sepak bola di Shenyang, China timur laut, membatalkan rencana bernilai 1,8 juta euros (sekitar Rp28 miliar) itu.

Presiden klub Werner Wolf dalam pernyataan hari Rabu (18/12), “kami memutuskan tak melanjutkan proyek ini karena situasi terakhir ini,” katanya seraya menyebut perlunya evaluasi ulang terhadap alokasi sumber daya mereka.

“Bentuk lain kerja sama, misalnya sponsor dari perusahaan China, tidak ditolak,” tambahnya.

Akademi ini merupakan bagian dari kesepakatan tahun 2016 antara pemerintah Jerman dan China, yang rencananya dilanjutkan hingga tahun 2021.

Sementara itu bekas presiden klub Stefan Mueller-Roemer menyatakan kepada koran lokal Koelner Stadt-Anzeiger bahwa “kita tak butuh China dalam olah raga,” katanya sambil mengatakan hak asasi manusia sangat tak dihargai di China.

“China ingin menyedot ilmu kita tentang sepakbola, sama halnya seperti yang mereka lakukan di dunia bisnis. Ini terjadi karena pemimpin bisnis kita naif,” kata Mueller-Roemer.

Hari Kamis (19/12), pemerintah China membantah pernyataan Mueller-Roemer.

Juru bicara Kementrian Luar Negeri China Geng Shuang menyatakan “Komentar orang Jerman itu sepenuhnya omong kosong”.

Presiden klub Wolf juga menyatakan komentar Mueller-Roemer itu juga merupakan “pendapat pribadi” yang tidak mencerminkan klub. (WST/YN/vivanews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve + 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.