Home Berita Internasional Paus Fransiskus : Stop Produksi Nuklir, Alihkan Dananya untuk Atasi Pandemi

Paus Fransiskus : Stop Produksi Nuklir, Alihkan Dananya untuk Atasi Pandemi

44
0
SHARE
Paus Fransiskus.

Wasathiyyah.com, Vatikan City – Paus Gereja Katholik Roma, Paus Fransiskus mengajak para pemimpin dunia untuk menghentikan pembuatan senjata, dan mengalihkan dananya untuk menangani pandemi Covid 19.

Seruan ini disampaikan pada Kamis (17/12) dalam pidato untuk Hari Perdamaian Sedunia yang jatuh pada 1 Januari mendatang.

Paus menyerukan para pemimpin negara untuk menginisiasi ‘dana global’ yang sumbernya berasal dari pengalihan anggaran produksi senjata kepada dana kemanusiaan demi memastikan negara-negara termiskin mendapatkan kemudahan untuk vaksin Covid 19.

Pesan tahunan Paus ini dikirimkan kepada para kepala negara, pemerintahan, organisasi internasional dan pemuka agama lain.

“Berapa besar sumber daya yang digunakan untuk persenjataan terutama nuklir, yang dapat digunakan untuk prioritas lebih besar seperti memastikan keselamatan individu, kampanye perdamaian dan pembangunan manusia seutuhnya, memerangi kemiskinan dan menyediakan fasilitas kesehatan,” katanya.

“Persoalan global seperti pandemi Covid 19 dan perubahan iklim adalah tantangan yang sesungguhnya,” tambahnya.

Gereja Katholik Roma di bawah Paus Fransiskus sangat gencar menentang senjata nuklir dan menyerukan penghapusannya. Pada tahun 2017, ia mengatakan bahwa negara-negara tidak seharusnya menyimpan senjata nuklir meski sifatnya untuk pencegahan.

Paus Fransiskus menyoroti apa yang ia sebut dengan ‘nasionalisme vaksin’. Ia mengatakan bahwa negara-negara miskin tidak boleh ketinggalan dalam perang melawan virus Corona.

“Saya memperbarui seruan saya kepada para pemimpin politik dan sektor swasta untuk memastikan kemudahan akses vaksin Covid 19 dan teknologi penting yang diperlukan untuk merawat orang sakit, orang miskin dan mereka yang paling rentan,” katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga memberikan penghormatan kepada para tenaga medis yang berada di garis terdepan dalam menangani pandemi.

“Dalam menghadapi pandemi, kita harus menyadari bahwa kita berada di perahu yang sama, kita semua rapuh dan bingung, tetapi pada saat yang sama penting dan dibutuhkan, kita semua dipanggil untuk mendayung bersama,” katanya. (WST/RS/arabnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 − one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.