Home Berita Internasional Untuk Olimpiade 2020, Jepang Borong Makanan Halal Asal Malaysia

Untuk Olimpiade 2020, Jepang Borong Makanan Halal Asal Malaysia

101
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Kuala Lumpur – Olimpiade 2020 akan digelar tak lama lagi di Tokyo Jepang. Tepatnya pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2020.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama perhelatan olimpiade, Jepang memesan ribuan paket makanan halal siap saji seperti nasi goreng dan ayam briyani dari perusahaan asal Malaysia, My Chef.

Malaysia menjadi satu-satunya negara yang telah mencapai kesepakatan kerja sama halal dengan Tokyo untuk Olimpiade. My Chef bertujuan melipatgandakan pendapatannya menjadi 4,5 juta ringgit atau sekitar satu juta dolar AS tahun ini. Saat ini mereka sedang dalam pembicaraan dengan pengecer Jepang Aeon untuk bekerja sama mengembangkan lini makanan halal siap saji dan camilan.

“Ini adalah peluang besar bagi kami, tujuan kami bukan untuk keluar-masuk. Kami harus masuk dan tinggal untuk jangka panjang,” kata Ahmad Husaini Hassan, bos perusahaan My Chef yang membuat makanan di Kuala Lumpur, dilansir di Japan Today, Senin (17/2).

HQC Commerce merupakan satu di antara empat perusahaan yang dipilih untuk mendistribusikan produk halal Malaysia di Jepang. Olimpiade adalah batu loncatan untuk hal-hal yang lebih besar.

“Kami tahu selama Olimpiade permintaan akan jadi tertinggi, jadi ini saatnya bagi kami untuk mempromosikan produk Malaysia,” kata CEO Khairul Shahril Hamzah.

Malaysia ingin menggunakan Olimpiade sebagai batu loncatan untuk mendorong ekspor halal, termasuk makanan dan kosmetik. Mereka menargetkan sekitar lima miliar hingga 12 miliar dolar AS tahun ini.

Pada 2018, Malaysia mengekspor barang halal senilai 604 juta dolar AS ke Jepang. Sebanyak 90 persen dari itu merupakan bahan makanan dan makanan jadi.

Perdagangan halal Malaysia tertinggal dari negara-negara non-Muslim seperti Amerika Serikat, China, dan Brasil. Menurut perusahaan data Research and Markets yang berbasis di Dublin, nilai pasar halal global diproyeksikan mencapai  2,6 triliun dolar AS pada 2023, hampir dua kali lipat dari 2017.

Pemerintah Malaysia telah menetapkan target untuk menjual makanan dan produk halal senilai 300 juta dolar AS kepada Muslim dan non-Muslim selama Olimpiade Jepang berlangsung. Ini telah mengamankan ruang di sela-sela untuk menjadi tuan rumah promosi “Malaysia Street 2020”. Kesempatan itu akan menawarkan peluang menjual makanan dan bagi perusahaan untuk bertemu dengan pembeli dan distributor Jepang.

“Kami harus banyak belajar dari pihak berwenang Malaysia dan sebagai gantinya, perusahaan Malaysia memiliki lebih banyak peluang memperluas bisnis mereka,” kata penasihat ekonomi di kedutaan Jepang di Malaysia, Hideto Nakajima.

Jumlah wisatawan Asia Tenggara ke Jepang meningkat dalam beberapa tahun terakhir berkat aturan visa yang longgar. Jepang menarik 40 juta wisatawan tahun ini. Malaysia memperkirakan delapan juta dari mereka merupakan Muslim. (WST/RS/Republika)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.