Home Berita Internasional Otoritas Turki akan Tutup Mozaik Kristiani di Hagia Sophia Saat Shalat

Otoritas Turki akan Tutup Mozaik Kristiani di Hagia Sophia Saat Shalat

48
0
SHARE
Polisi berjaga di depan masjid Hagia Sophia, Istanbul. (Gambar : The Derrick)

Wasathiyyah.com, Istanbul – Turki secara resmi telah mengembalikan fungsi Hagia Sophia dari museum kepada masjid pada Jumat lalu. Otoritas Turki akan menutupi mozaik dan ornamen Kristiani dengan tirai dan laser saat pelaksanaan shalat. Hal ini diungkapkan juru bicara partai AKP, Senin (13/07).

Mozaik dan ornamen Kristiani yang ada di Hagia Sophia akan tetap dilestarikan oleh pemerintah Turki. Bangunan bersejarah inipun akan tetap terbuka untuk dikunjungi secara gratis oleh siapa saja, ungkap Omar Celik, jubir AKP.

Belum secara jelas bagaimana tirai dan laser itu akan menutupi mozaik dan ornamen Kristiani.

Pada Jumat (10/07) pengadilan Turki telah mengeluarkan putusan memulihkan Hagia Sophia sebagai masjid dan menyatakan bahwa putusan pengadilan pada 1934 yang menjadikan Hagia Sophia dari masjid kepada museum adalah melanggar hukum.

Tak lama kemudian Presiden Recep Tayyip Erdogan menerbitkan dekrit terkait putusan ini dan menyatakan bahwa shalat berjamaah pertama di Hagia Sophia akan dimulai dengan shalat Jumat pada 24 Juli 2020.

Pemulihan Hagia Sophia ini mendapat kritik terutama dari Yunani, Amerika Serikat dan UNESCO. Paus Francis mengatakan bahwa dirinya tertekan dengan keputusan Turki itu.

Yunani mengatakan bahwa pemulihan tersebut akan berdampak pada hubungan kedua negara dan hubungan antara Turki dengan Uni Eropa. Departemen Luar Negeri AS menyatakan kecewa dengan keputusan Turki.

Pemimpin partai sayap kanan Italia, Matteo Salvini, memimpin demontrasi di depan kedubes Turki di Milan untuk memprotes konversi Hagia Sophia menjadi masjid.

“Saya akan menghentikan semua jenis bantuan keuangan untuk Turki dan akan menolak semua upaya Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa. Kami pikir mereka (pemerintah Turki) telah melampaui batas),” katanya. (WST/RS/reuters)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.