Home Berita Internasional Muslim Prancis Beda Pendapat Tentang Pembukaan Masjid untuk Idul Fitri

Muslim Prancis Beda Pendapat Tentang Pembukaan Masjid untuk Idul Fitri

280
0
SHARE
Megahnya Masjid Raya Paris, Prancis. (Foto:balemasjid)

Wasathiyyah.com, Paris – Umat Islam di Prancis saat ini terbagi pada dua pendapat berbeda mengenai pembukaan kembali masjid untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri 1441 H.

Imam masjid Paris, Chamseddin Hafiz, warga Prancis keturunan Aljazair, meminta pihak berwenang untuk mengizinkan masjid-masjid buka pada hari raya Idul Fitri yang diperkirakan bertepatan dengan 24 Mei 2020.

Permintaan ini muncul setelah Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe, mengatakan kepada Senat bahwa pemerintah mempertimbangkan untuk membuka kembali gereja dan sinagog pada 29 Mei untuk perayaan Pentakosta umat Kristen dan perayaan Shavout umat Yahudi, jika situasi terus membaik sejak Prancis membuka pembatasan nasional untuk karena Covid 19.

Haafiz menegaskan bahwa ia akan memperjuangkan kepentingan umat Islam Prancis. Idul Fitri sama penting dan sakralnya dengan perayaan umat Kristen dan Yahudi, tegasnya. Jika pemerintah mengizinkan gereja dan sinagog buka kembali tapi tidak mengizinkan masjid, maka itu menjadi standar ganda pemerintah dan diskriminasi terhadap umat Islam, pungkasnya.

Di lain pihak, Mohammed Moussaoui, warga Prancis keturunan Maroko dan Presiden dari French Council of the Muslim Faith, tidak setuju dengan pendapat Chamseddin Hafiz.

“Kita berbicara seolah krisis (Covid 19) sudah kita lewati, padahal tidak,” ujar Moussaoui.

“Semua ilmuwan mengatakan bahwa gelombang kedua pandemi mungkin terjadi, dengan kemungkinan peningkatan jumlah orang yang terinfeksi. Jika itu memang terjadi, maka tidak masuk akal untuk mengizinkan pertemuan besar,” tegasnya.

“Idul Fitri berarti pertemuan dengan jumlah yang sangat besar; mungkin ada sebanyak 2 juta orang yang ingin pergi ke masjid. Bagi saya, pertanyaan yang paling penting untuk ditanyakan adalah apakah pada tanggal 23 Mei kami akan dapat memberi tahu orang yang ingin pergi ke masjid bahwa mereka aman dan bahwa mereka tidak perlu khawatir?”

“Imam Masjid Paris mengambil sikap berdasarkan apa yang terjadi dengan kelompok agama lain, tetapi ini bukan argumen bagi saya. Prioritas tertinggi adalah masalah kesehatan,” pungkasnya.

Perdana Menteri Philippe pada hari Kamis (07/05) mengkonfirmasi bahwa Prancis akan mulai mengurangi pembatasan nasional pada hari Senin (11/05). Philippe mengatakan bahwa pelonggaran ini akan dilakukan bertahap untuk menghindari kemungkinan gelombang infeksi kedua. Setiap daerah akan diperlakukan berbeda sesuai dengan tingkat resiko masing-masing. Dia menyerukan agar para lansia dan orang dengan kondisi kesehatan kurang untuk tetap berada di dalam rumah meski pelonggaran sudah diberlakukan.

Pemerintah Prancis telah mengklasifikasi daerah-daerah kepada zona merah dan hijau berdasar tingkat resiko. Sekolah dan sebagian tempat bisnis di kedua zona itu akan diizinkan untuk dibuka kembali pada 11 Mei, tidak termasuk restoran dan cafe. Di zona hijau, sekolah menengah, kafe dan restoran kemungkinan diizinkan buka kembali pada awal Juni, jika kurva infeksi tetap rendah.

Menteri Dalam Negeri, Christhope Castaner, mengatakan bahwa bar dan taman tetap ditutup untuk umum. Pembicaraan tentang pembukaan kembali tempat ibadah akan dilakukan pada akhir Mei ini. Dia menambahkan bahwa setiap orang hanya diizinkan melakukan perjalanan sejauh maksimal 100 km dari rumahnya. Siapapun yang ingin melakukan perjalanan dengan jarak yang lebih jauh harus mendapatkan izin resmi. (WST/RS/arabnews)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six − 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.