Home Berita Internasional Sudan Putuskan Jadi Negara Sekuler

Sudan Putuskan Jadi Negara Sekuler

286
0
SHARE
Ilustrasi

Wasathiyyah.com, Khartoum — Pemerintah transisi Sudan setuju untuk memisahkan agama dari negara (sekuler). Keputusan ini pun mengakhiri 30 tahun pemerintahan Islam di negara Afrika Utara itu.

Seperti dilansir middleeastmonitor, Jumat (4/9/2020) Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok dan Abdel-Aziz al-Hilu, seorang pemimpin kelompok pemberontak Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara, menandatangani deklarasi di ibukota Ethiopia, Addis Ababa, pada hari Kamis (3/9/2020) dengan mengadopsi prinsip tersebut.

“Agar Sudan menjadi negara demokratis di mana hak-hak semua warga negara diabadikan, konstitusi harus didasarkan pada prinsip ‘pemisahan agama dan negara,’ yang mana hak untuk menentukan nasib sendiri harus dihormati,” bunyi dokumen itu.

Kesepakatan itu muncul kurang dari seminggu setelah pemerintah memulai kesepakatan damai dengan pasukan pemberontak yang meningkatkan harapan diakhirinya pertempuran yang melanda Darfur dan bagian lain Sudan di bawah diktator yang digulingkan, Omar al-Bashir.

Dua faksi yang lebih besar di Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara, yang telah memerangi pasukan Sudan di negara-negara perbatasan negara, telah menolak untuk menandatangani perjanjian apa pun yang tidak menjamin sistem sekuler.

Sudan muncul dari isolasi internasional yang dimulai segera setelah Bashir merebut kekuasaan pada tahun 1989 dan menerapkan interpretasi garis keras terhadap hukum Islam yang berusaha menjadikan negara itu sebagai “pelopor dunia Islam”.

Al-Qaeda dan Carlos the Jackal menetap di sana. AS menuding Sudan sebagai sponsor teror pada tahun 1993, kemudian menjatuhkan sanksi sampai 2017. (WST/YN/middleeastmonitor.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.