Home Berita Internasional Redam Stigma, Sekelompok Pemuda Muslim Prancis Jaga Katedral

Redam Stigma, Sekelompok Pemuda Muslim Prancis Jaga Katedral

45
0
SHARE
Sekelompok pemuda muslim menjaga katedral Saint Fulcran di Lovede, Prancis Selatan. Foto diambil pada malam 29 Oktober lalu. (Gambar : arabnews)

Wasathiyyah.com, Paris – Sebagai seorang muslim yang lahir di Prancis, Elyazid Benferhat merasa mual dan kesal atas serangan mematikan ekstrimis di katedral Notre Dame, Nice. Kemudian dia memutuskan untuk berbuat sesuatu.

Pemuda yang menyebut dirinya sebagai agen perdamaian, Benferhat dan seorang temannya mengumpulkan pemuda muslim untuk berjaga-jaga di sekitaran katedral Saint-Fulcran, Lovede sebagai bentuk dukungan untuk umat Katholik dan perlawanan terhadap aksi ekstrimisme.

Umat di gereja abad-13 di kota selatan Lovede sangat tersentuh dengan aksi Benferhat dan teman-temannya. Pastor paroki di sana mengatakan bahwa sikap mereka telah menyalakan harapan di tengah kekacauan saat ini.

Benferhat berbicara dalam aksen Prancis Selatan yang khas, “Aku lebih Prancis dari siapapun.” Ibunya berdarah Aljazair, sementara dia lahir di Prancis dan tumbuh sejak kecil dengan bahasa Prancis.

“Tapi, aku juga adalah seorang muslim. Kami telah melihat islamofobia dan terorisme di negeri ini,” katanya kepada The Associated Press.

“Dalam beberapa tahun terakhir saya merasa kesal. Karena setiap kali kekerasan eksetrimis melanda Prancis, muslim Prancis menghadapi stigmatisasi baru meskipun kami tak ada hubungannya dengan itu,” ungkapnya.    

Benferhat menyebut bahwa aksi pemenggalan seorang guru karena dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad untuk bahan diskusi kebebasan berekspresi murid-muridnya di kelas, sebuah sebuah tindakan luar biasa kejam yang belum pernah terjadi.

Saat serangan katedral Notre Dame, Nice pecah, Benferhat mengaku bahwa kegeramannya memuncak dan dia memutuskan untuk berbuat sesuatu untuk menyadarkan semua orang.

Benferhat yang bekerja di sebuah perusahaan minyak Prancis dan melatih bola di sebuah klub lokal ini lantas berbicara dengan sesama teman muslim di Nice para hari kejadian serangan itu.

“Kami sepakat untuk melakukan sesuatu untuk memberi penghormatan kepada para korban dan keluarganya. Kami akan menjaga katedral,” kata Benferhat.

Benferhat dan temannya ini mengajak pemuda muslim lainnya untuk menjadi sukarelawan dalam aksi menjaga katedral di malam setelah kejadian serangan. Penjagaan juga akan dilakukan pada pelaksanaan Misa Minggu. Dalam aksinya ini, mereka berkoordinasi dengan kepolisian setempat.   

“Sangat bagus jika para pemuda seperti mereka menentang ekstrimisme,” kata pendeta katedral Luiz Iniguez kepada AP.

Pendeta Iniguez berpose dengan para pemuda muslim yang tengah berjaga di depan katedral. Kemudian, dia memajang foto itu di dalam katedral Gotik untuk menginspirasi umatnya.

“Orang-orang senang melihat foto itu,” kisah Iniguez .

Ia mengatakan bahwa gambar sederhana itu dan aksi mereka telah menyumbang keteduhan untuk menurunkan tensi ketegangan pasca serangan katedral Nice dan di tengah bayang-bayang gelombang kedua pandemi Covid 19.

Benferhat dan teman-temannya sedang memikirkan gerakan apa lagi yang akan dilakukannya ke depan, mengingat ada momentum Natal bulan depan yang bersamaan momennya dengan gelombang kedua pandemi Covid 19 yang diperkiraan tinggi.

Apapun yang akan dilakukan mereka, Benferhat memastikan bahwa apa yang dilakukanya itu, “akan datang dari hati,” ungkapnya. (WST/RS/arabnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 + 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.