Home Berita Internasional Untuk Kali Pertama Komplek Pemakaman Muslim di Italia akan Dibangun

Untuk Kali Pertama Komplek Pemakaman Muslim di Italia akan Dibangun

222
0
SHARE
Muslim Italia shalat Idul Fitri dengan protokol kesehatan Covid 19 di Piazza Vittorio Square, Roma, Italia. (Gambar : arabnews/AP)

Wasathiyyah.com, Roma – Permintaan umat Islam di Italia untuk ketersediaan lahan pemakaman muslim, segera direspon otoritas setempat. Komplek pemakaman muslim ini akan di buka di lahan hijau di kota Tragliatella, sebelah utara Roma.

Lahan seluas 400 hektar dialokasikan untuk pemakaman ini. Terletak di perbatasan kota Fiumicino dan Bracciano, dekat dengan bandara internasional. Ini adalah komplek pemakaman muslim di negara yang Islam menjadi agama terbesar kedua.

Bachcu Dhuumcatu, presiden asosiasi komunitas Dhuumcatu Bengali di Roma, mengatakan kepada surat kabar Italia La Repubblica bahwa komplek itu dapat menampung hingga 16.000 liang lahat.

“Kami akan menyebutnya ‘Garden of Peace’,” katanya.

“Pemakaman ini akan memungkinkan warga muslim generasi kedua dan ketiga di Italia lebih mampu menghadapi situasi yang sulit di masa depan, bahkan situasi yang lebih sulit dari situasi pandemi Corona saat ini,” tambah Dhuumcatu.

Komplek pemakaman yang ditaksir bernilai 7 juta Euro atau sekitar $ 7,8 juta dan masih dalam tahap pelunasan ini, sudah memiliki rancangan yang cukup lengkap dari seorang arsitek. Rencananya akan ada deretan pohon palem yang sejuk, air mancur dan obelisk penghias di area tengah komplek.

Sebuah sekolah Al Quran, area olahraga dan ruang penyembelihan hewan halal juga telah direncanakan untuk dibangun di komplek itu.

Namun, awalnya upaya merealisasikan komplek ini tidaklah mudah, terutama untuk penentuan lahannya.

“Pada awalnya kami melakukan pembicaraan intensif dengan Dewan Kota Roma, tetapi kami tidak dapat menemukan (kesepakatan) tentang kemungkinan lokasi,” kata Dhuumcatu.

Selama ini pemakaman untuk warga muslim disediakan di Municipal Cimitero Roma. Ini merupakan salah satu dari 58 komplek pemakaman yang menyediakan area khusus untuk kuburan warga muslim. Namun, tempat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan aktual dan sudah penuh.

Jika proyek Tragliatella mendapat lampu hijau, maka ini akan menjadi solusi untuk wilayah Italia tengah yang merupakan rumah bagi sebagian besar warga muslim Italia.

“Kami telah mencari tempat di Guidonia, kota besar lain tidak jauh dari Roma. Tetapi di sana kami tidak dapat menemukan tempat yang cocok untuk pemakaman kami,” kata Dhuumcatu.

“Kami akhirnya datang ke opsi Tragliatella beberapa bulan yang lalu. Kami memulai pembicaraan dengan pihak berwenang Fiumicino, tetapi keadaan darurata akibat coronavirus membuat diskusi tertunda,” katanya.

Di bawah hukum Italia, lahan tersebut harus dibeli oleh komunitas Islam dan kemudian disumbangkan ke kotamadya Fiumicino sebagai bagian dari perjanjian yang memungkinkannya diubah menjadi lahan kuburan.

“Jika ini berhasil, maka kelak kita akan dikuburkan menghadap kiblat Mekkah dan dengan peti mati yang dibopong oleh delapan orang, hal yang selama ini tidak terjadi,” ungkap Dhuumcatu.

Hanya ada 58 dari 8.000 kota yang menyediakan lahan pemakaman bagi warga muslim.

Namun, dari lahan-lahan pemakaman yang tersedia itu tidak mampu memenuhi kebutuhan khususnya di tengah ledakan pandemi Coronavirus di mana Italia menjadi salah satu negara dengan angka kasus tertinggi di dunia.

Asosiasi Bengali Roma dengan jumlah anggota sekitar 35.000 orang telah mengadakan penggalangan dana terhadap komunitas muslim Italia yang jumlahnya mencapai 2,6 juta orang. Karena nantinya komplek pemakaman ini diperuntukkan bagi semua warga muslim, lintas komunitas.

“Penggalangan dana sudah berlangsung. Donasi sudah masuk. Kami akan mewujudkan cita-cita ini,” kata Dhuumcatu.

Namun, upaya ini tidak berjalan mulus karena partai sayap kanan Italia menentang proyek Tragliatella ini.

“Warga muslim mencoba memanfaatkan proyek lahan pemakaman untuk membangun tradisi mereka tanpa melakuan pembicaraan dengan masyarakat setempat. Kami menentang ini,” kata Senator William de Vecchis.

Di lain pihak, Antonio Decaro, walikota Bari dan presiden Asosiasi Nasional Komune Italia, mengatakan kepada Arab News, “Saya sepenuhnya memahami kebutuhan lahan pemakaman bagi warga Muslim. Saya pikir waktunya telah tiba untuk mewujudkan solusi.” (WST/RS/arabnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 − seven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.