Home Berita Internasional Saat Pemerintah India Abai, Komunitas Sikh Terjun Bantu Umat Muslim Korban Kekerasan

Saat Pemerintah India Abai, Komunitas Sikh Terjun Bantu Umat Muslim Korban Kekerasan

231
0
SHARE
Dapur umum di kuil terbesar Sikh, di Amritsar, India. Buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu, menyediakan makanan untuk 100 ribu orang setiap hari secara gratis, untuk siapapun tanpa memandang agama. (Foto:sbscom)

Wasathiyyah.com, New Delhi – Sejak peristiwa bentrokan Selasa pekan lalu di New Delhi, pemerintah India tidak menyediakan tempat-tempat pengungsian atau dapur darurat untuk kemanusiaan.

Kepedulian justru ditujukan oleh penganut agama Sikh di India. Seperti dilansir Observers France, komunitas Sikh bersatu membantu para korban kerusuhan. Mereka menjadikan tempat ibadah Sikh sebagai tempat terbuka untuk menampung para korban. Hal ini mereka lakukan sejak Selasa 25 Februari 2020, hari di mana bentrokan pecah di New Delhi.

Komite Manajemen Delhi Sikh Gurdwara (DSGMC) membagi-bagikan makanan kepada para korban terdampak kerusuhan. Pembagian makanan pun menjangkau rumah-rumah keluarga korban dan rumah sakit tempat para korban dirawat.

Pemuka agama Sikh mengungkapkan bahwa setiap Gurdwara, tempat ibadah Sikh, memiliki satu dapur umum. Di sanalah makanan vegetarian dibuat dan diperuntukan bagi siapa saja, Sikh maupun non-Sikh. Bagi mereka, ini sudah dilakukan sejak lama dan bisa disebut sebagai tradisi.

“Kami pergi ke daerah-daerah yang terkena dampak kerusuhan untuk membantu mereka, tak hanya itu tetapi juga untuk menunjukkan keprihatinan kami tentang situasi tersebut,” kata mereka.

Para penganut Sikh dengan penutup kepala yang khas.

Kerusuhan pecah di ibu kota India pada Selasa (25/02) setelah sebelumnya gerakan protes bergulir beberapa kali sejak disahkannya undang-undang kewarganegaraan baru (Citizenship Amandement Act / CAA) pada Desember lalu.

Undang-undang ini dianggap diskriminatif terhadap pemeluk agama Islam. Tidak hanya mendapat penentangan dari warganya, Badan HAM PBB juga menyoroti undang-undang ini sebagai sesuatu yang keliru. (WST/RS/republika)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.