Home Berita Internasional OIAA Pusat Kutuk Serangan Teroris di Inggris

OIAA Pusat Kutuk Serangan Teroris di Inggris

147
0
SHARE
Polisi berjaga di dekat lokasi seorang pria ditembak petugas bersenjata di Streatham, London, Inggris.

Wasathiyyah.com, Kairo — Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Pusat mengutuk tindakan terorisme yang terjadi di Streatham, bagian selatan London.

Polisi Inggris menembak mati seorang pria setelah menikam sejumlah orang di Streatham. Otoritas setempat menyatakan kejadian itu terkait dengan tindakan terorisme.

Seperti dikutip dari laman OIAA Pusat, organisasi tersebut menyatakan bahwa hukum Islam mempunyai tujuan menjaga hak asasi manusia (HAM) dari tindakan kejahatan. Orang yang melakukan terorisme, terlebih terhadap orang beriman akan mendapatkan siksaan berat, baik di dunia maupun di akhirat. Dan itu sama saja memerangi Allah dan Rasul-Nya. Dalam Alquran surat Al-Maidah ayat 33 menyatakan:

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.”

OIAA menyebut, terorisme hanya bertujuan mengganggu kestabilan dan merampas tanah air, menyeberkan fitnah, menonjolkan egoisme dan menginjak-injak agama dan tanah air.

OIAA menyeru kepada semua pemimpin di dunia untuk bahu-membahu menghadapi terorisme, sebab hal itu berkaitan dengan kepentingan kemanusiaan dan bukan hanya tugas agama atau politik.

Sebelumnya, polisi menembak mati seorang pria di bagian selatan London yang diduga terlibat tindakan terorisme, Minggu (2/2/2020). Pria tersebut diduga menyerang sejumlah orang dengan pisau beberapa waktu sebelumnya.

“Seorang pria ditembak oleh petugas bersenjata di Sreatham. Sebelumnya, beberapa orang ditusuk oleh yang bersangkutan. Polisi masih mendalami motif aksi ini dan kaitannya dengan tindakan terorisme,” kata Kepolisian London dilansir Reuters, Minggu (2/2/2020).

Karker Tahir, salah satu orang yang bekerja di dekat lokasi, menyebut pria tersebut ditembak tiga kali. Polisi juga mengimbau masyarakat setempat untuk menjauh karena pria tersebut diduga membawa bom di tasnya.

Lokasi penembakan yang terletak di pusat perbelanjaan Streatham itu kini sudah dipasangi garis polisi. Apalagi, wilayah itu merupakan salah satu distrik terpadat di Sungai Thames.

Kejadian serupa pernah terjadi pada November 2019 lalu. Saat itu, polisi juga menembak mati seorang pria yang menusuk sejumlah orang. Dua korban penusukan tewas, dan tiga lainnya terluka.

Walikota London, Sadiq Khan, menyebut bahwa aksi terorisme ini adalah upaya untuk memecah belah rakyat Ibu Kota Inggris ini.

“Serangan teroris bertujuan untuk memecah belah kita dan menghancurkan cara hidup kita. Disini, di London, kita tak akan membiarkan mereka mencapai tujuannya,” katanya. (WST/YN/azhargraduates.org)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.