Home Berita Internasional Menghadapi Rintangan 50 Tahun Lamanya, Masjid Pertama di Slovenia Kini Resmi Berdiri

Menghadapi Rintangan 50 Tahun Lamanya, Masjid Pertama di Slovenia Kini Resmi Berdiri

142
0
SHARE
Masjid pertama di Slovenia akhirnya diresmikan pada Senin (3/2) waktu setempat. (Foto: AFP)

Wasathiyyah.com, Ljubljana, Slovenia – Setelah menghadapi berbagi rintangan selama 50 tahun lamanya, kini masjid pertama di Slovenia diresmikan pada Senin (3/2) waktu setempat. Masjid ini terletak di ibukota Slovenia, Ljubljana.

Komunitas Muslim Slovenia sudah mengajukan izin pembangunan masjid ini sejak 1960-an. Ketika itu Slovenia masih menjadi bagian dari Komunis Yugoslavia. Namun, izin pembangunan masjid ini baru keluar 15 tahun lalu.

Meski demikian, jalan mereka untuk mendirikan masjid tidak mudah dan penuh tantangan.  Penentangan datang dari politisi sayap kanan dan masalah keuangan. Para penentang berulang kali menghalangi pembangunan masjid. Bahkan lokasi masjid ini dibangun beberapa kali mendapat teror paket kepala babi dan darah.

Mereka juga kerap mengkritik dana pembangunan masjid yang berasal dari Qatar. Dilaporkan, pembangunan masjid ini menghabiskan dana sekitar 34 juta euro (Rp515 juta), di mana 28 juta euro merupakan sumbangan Qatar.

Ketua Komunitas Islam di Slovenia, Mufti Nedzad Grabus, mengatakan, pembukaan masjid pertama di Slovenia itu menjadi titik balik kehidupan Islam di sana.  “Slovenia adalah bekas negara bagian Yugoslavia terakhir yang mendapatkan masjid, menjadikan Ljubljana sebagai ibu kota dari pada kota provinsi di ujung dunia,” kata Grabus saat konferensi pers, dilansir laman France24, Senin (3/2).

Masjid pertama di Slovenia ini mampu menampung hingga 1.400 jamaah. Bahan bangunan masjid terdiri dari beton, baja, kaca, dan kayu. Di samping masjid, ada lima Pusat Kebudayaan Islam lainnya, yaitu menara 40 meter, pusat pendidikan termasuk perpustakaan, restoran, lapangan basket, kantor-kantor komunitas, dan perumahan untuk ulama.

Arsitek masjid, Matej Bevk, menjelaskan, desain masjid merupakan kombinasi antara nilai-nilai arsitektur Islam tradisional dan arsitektur modern. Dikatakannya, kaca pada muka bangunan masjid tersebut menunjukkan transparansi dan keterbukaan.

Sebelumnya, komunitas Muslim di Slovenia selalu menyewa gedung olahraga atau gedung pertemuan ketika hendak melaksanakan ibadah atau perayaan keagamaan. Padahal menurut sensus 2002, jumlah Muslim di Slovenia mencapai 2,5 persen dari 2 juta populasi negeri itu. Dengan demikian, Islam menjadi agama terbesar kedua di Slovenia. (WST/RS/nuonline)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.