Home Berita Internasional Atdikbud KBRI Paris Kuatkan Kerjasama Bidang Tourisme Indonesia – Prancis

Atdikbud KBRI Paris Kuatkan Kerjasama Bidang Tourisme Indonesia – Prancis

159
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Angers – Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, Prof. Warsito, kemaren (Kamis, 2/7) melakukan kunjungan ke Esthua Tourisme et Culture untuk memperkuat kerjasama di tingkat pendidikan tinggi bidang pariwisata. Beliau diterima oleh Prof. Françoise Grolleu, Wakil presiden urusan internasional, Prof. Philippe Violier, Direktur Esthua dan Prof. Sylvine Pickel.

Prancis adalah negara dengan 10,2% tenaga kerjanya di bidang pariwisata, dengan jumlah turis pada tahun 2019 mencapai 90 juta, padahal jumlah penduduk hanya sekitar 67 juta orang. Bidang pariwisata sudah menjadi bagian dari industri utama dan unggulan Prancis.

Oleh karena itu, di Prancis banyak institusi pendidikan di bidang tourisme dan perhotelan, mulai jenjang menengah kejuruan hingga pendidikan tinggi, dengan kajian multidisiplin pariwisata, perhotelan, restorasi, yang terintegrasi. Hubungan antara institusi pendidikan dengan industri pariwisata sangat dekat sekali.

Potensi yang dimiliki Prancis itulah yang menjadikan Atdikbud KBRI Paris, Prof. Warsito,  melakukan penguatan kerjasama di bidang tourisme. Pada tahun 2019 lalu, Atdikbud telah mendukung Kemdikbud untuk mengirimkan beberapa orang guru SMK di bidang tourisme dan perhotelan untuk melakukan magang di Prancis. Tujuannya agar guru-guru tersebut belajar secara langsung bagaimana lembaga pendidikan kejuruan menengah di Prancis menyiapkan para siswanya dan juga hubungan dengan industri.

“Tahun lalu, kita mengirim guru-guru SMK di bidang tourisme dan perhotelan untuk magang di Prancis,” kata Warsito.

Tahun ini, Prof. Warsito memperkuat kerjasama di tingkat pendidikan tinggi untuk bidang pariwisata, yaitu dengan Esthua Tourisme et Culture, salah satu fakultas di Université d’Angers. Angers adalah salah satu kota arah barat dari Paris, perjalanan 1,5 jam dengan kereta cepat.

Fakultas ini berdiri sejak 1984, memiliki mahasiswa sebanyak lebih dari 3000 orang dengan 25% berasal dari luar Prancis, yaitu 70 asal negara berbeda. Dengan potensi kekayaan alam dan budaya, maka Indonesia menjadi bagian penting dari kerjasama internasional tersebut.

Dalam kunjungannya, Prof. Warsito diterima oleh Prof. Françoise Grolleu, Wakil presiden urusan internasional, Prof. Philippe Violier, Direktur Esthua dan Prof. Sylvine Pickel.

Pertemuan membahas dan mengevaluasi kerjasama double degree dan juga riset bersama antara beberapa kampus di Indonesia dengan Esthua, di antaranya perkembangan riset yang dilakukan oleh peneliti dari Indonesia.

Pembahasan kegiatan lainnya yang terintegrasi juga menjadi agenda, diantaranya promosi kegiatan kebudayaan, promosi pariwisata, kuliner, dan pembelajaran Bahasa Indonesia (BIPA). Inisiasi kegiatan terintegrasi ini disambut baik oleh pimpinan universitas.

“Selain membahas double degree dan riset bersama antara beberapa kampus di Indonesia dengan Esthua, kita juga mempromosikan kegiatan kebudayaan, promosi pariwisata, kuliner, dan pembelajaran Bahasa Indonesia,” pungkas Warsito. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four − three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.