Home Berita Internasional Berusia 57 Tahun, Badak Tertua di Dunia ini Mati di Tanzania

Berusia 57 Tahun, Badak Tertua di Dunia ini Mati di Tanzania

65
0
SHARE
Badak bernama Fausta terlihat di Ngorongoro, Tanzania dalam gambar tak bertanggal yang diperoleh Reuters pada 29 Desember 2019. (Otoritas Area Konservasi Ngorongoro)

Wasathiyyah.com, Darussalam – Seekor badak yang diyakini sebagai badak tertua di dunia telah mati pada usia 57 tahun di kawasan konservasi Tanzania, kata pihak berwenang.

Fausta, nama badak betina hitam itu, mati karena sakit di penangkaran pada hari Jumat di Kawah Ngorongoro, seperti dikatakan badan konservasi Tanzania.

“Catatan menunjukkan bahwa Fausta hidup lebih lama dibandingkan badak lainnya di dunia. Ia menjalani hidup yang bebas dan terlindungi  di Ngorongoro,  selama lebih dari 54 tahun sebelum kemudian dipindah ke area suaka margasatwa selama tiga tahun terakhir hidupnya sejak 2016,” ungkap Otoritas Ngorongoro Conservation area dalam sebuah pernyataan.

Fausta pertama ditemukan pada tahun 1965 saat ia berusia antara tiga atau empat tahun oleh seorang ilmuwan. Kesehatannya memburuk sejak tahun 2016 setelah serangan hyena, ketika dia dibawa ke tempat perlindungan.

“Fausta bertahan 57 tahun tanpa bantalan betis,” tambah pernyataan itu.

Harapan hidup badak adalah sekitar 40 tahun di alam liar, tetapi mereka dapat hidup lebih dari satu dekade di penangkaran, menurut otoritas Ngorongoro.

Karena aksi perburuan liar, badak hitam sekarang tinggal berjumlah sekitar 5.500 ekor, menurut badan amal Save The Rhino. Dua spesies Afrika yang lebih kecil ditemukan di sekitar Afrika Selatan dan Timur, termasuk Kenya, Tanzania, Namibia, Afrika Selatan dan Zimbabwe. (WST/RS/arabnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.