Home Berita Internasional Cuaca Dingin Ekstrim, Pengungsi Rohingya Hadapi Krisis Kesehatan di Kamp Pengungsian Bangladesh

Cuaca Dingin Ekstrim, Pengungsi Rohingya Hadapi Krisis Kesehatan di Kamp Pengungsian Bangladesh

134
0
SHARE
Pengungsi Rohingya terlihat di sebuah kamp pengungsi di Cox's Bazar, Bangladesh.

Wasathiyyah.com, Dhaka – Para pejabat kesehatan telah memperingatkan krisis penyakit musim dingin di kalangan pengungsi Rohingya yang tinggal di tenda darurat di kamp-kamp di Bangladesh.

Cuaca dingin yang saat ini mencekam negara Bangladesh telah meningkatkan penderitaan bagi puluhan ribu orang dari kelompok etnis yang terperangkap di kamp-kamp di Cox’s Bazar, diantara mereka terdapat anak-anak dan orangtua yang terkena dampak terburuk.

“Ketika musim dingin semakin berat pada para pengungsi di kamp-kamp, ​​kami telah memperhatikan peningkatan jumlah pasien pneumonia dan diare, dan anak-anak adalah yang paling rentan terdampak penyakit ini,” kata Dr. Abdul Matin, ahli bedah sipil di Cox’s Bazar.

“Kami siaga untuk memberikan perawatan terbaik bagi para pengungsi. Beberapa rumah sakit dan pusat kesehatan kami menyediakan layanan sepanjang waktu bagi mereka.”

Matin, pejabat pemerintah sektor kesehatan dengan peringkat tertinggi di distrik itu, mengatakan bahwa para dokter dan petugas medis di Rumah Sakit Umum Ukhia yang dikelola negara siap siaga untuk memberikan dukungan perawatan kesehatan maksimum kepada pasien Rohingya.

Untuk membantu mencegah penyebaran kolera di kalangan pengungsi, pemerintah Bangladesh, dengan bantuan dari UNICEF, menjalankan program vaksinasi kolera oral di 34 kamp, ​​dengan fase satu akan berakhir pada 31 Desember, tambahnya.

Matin menunjukkan bahwa untuk melindungi anak-anak dari pneumonia dan penyakit pernapasan lainnya, pemerintah juga menjalankan program imunisasi terhadap infeksi pernapasan akut.

“Anak perempuan saya yang berusia enam tahun menderita diare selama tiga hari terakhir. Dia tidak bisa makan apa pun sekarang, dan apa pun yang dia makan atau minum dia tidak bisa tahan lama, dia akan muntah,” ujar Amena Khatun, 38 tahun, seorang pengungsi yang mengantri bersama putrinya di sebuah pusat kesehatan di kamp Kutupalang.

Wanita Rohingya lainnya, Saleha Begum, 24, sedang bersama putranya yang berusia tiga tahun sedang menunggu bertemu dokter di sebuah pusat kesehatan yang dikelola oleh organisasi kesehatan BRAC. “Arman kecil (putranya) belum tidur selama dua malam terakhir. Dia menderita masalah pernapasan serius. Saya tidak tahu apa yang terjadi padanya,” katanya.

Untuk mengantisipasi hawa dingin yang sedang berlangsung, badan-badan kesehatan telah menjalankan 129 pos medis di kamp-kamp pengungsi Cox’s Bazar dan 32 pusat perawatan kesehatan utama yang menyediakan layanan 24/7, kata Louise Donovan, juru bicara UNHCR (Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi) di Cox’s Bazar.

“UNHCR dan para mitranya telah mendistribusikan perlengkapan bantuan musim dingin, terdiri dari selimut dan alas tidur, kepada lebih dari 86.000 kepala keluarga untuk membantu para pengungsi tetap hangat selama cuaca ekstrim ini. Distribusi lebih lanjut sedang berlangsung, ”tambahnya.

Bangladesh saat ini menampung lebih dari 1 juta pengungsi Rohingya, yang sebagian besar dari mereka melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine di Myanmar menyusul tindakan keras militer pada Agustus 2017.

Menurut UNICEF, lebih dari setengah populasi Rohingya di Cox’s Bazar berusia di bawah 18 tahun. (WST/RS/arabnews)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 + twenty =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.