Home Berita Daerah Peskil Kids Zaman Now di Aula Umat 172

Peskil Kids Zaman Now di Aula Umat 172

504
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Garut–Pesantren Ramadhan yang digelar oleh Pondok Pesantren Quran Terpadu (PPQT) Darul Fikri Garut hari ini, Selasa (29/05/2018), di Aula Umat 172, tampak berbeda dari tahun sebelumnya.

Perbedaan tersebut, bukan hanya tempatnya di gedung baru bernama Aula Umat 172 saja, melainkan konsep acaranya disesuaikan dengan tantangan Kids Zaman Now.

Dalam sambutan pimpinan PPQT Darul Fikri Garut, Udo Yamin Majdi, menjelaskan alasan beliau memberi nama Aula Umat 172. Sebab, menurut perintis Pesantren Ramadhan di Cipepe tersebut, pembangunan aula senilai lebih dari setengah milyar itu berawal dari infaq jama’ah Masjid Al-Hammad sebesar Rp. 172.000.

“Saya masih ingat, ketika mengisi pengajian MAQBULAN, Majelis Quran Bulanan, di masjid Al-Hammad, ada jamaah yang bertanya, kapan pembangunan pesantren dimulai? Saya pun menjawab, kalau ibu-ibu dan bapak-bapak ingin pesantren dibangun, maka ibu-bapak sekalian harus berinfaq terlebih dahulu. Nah, waktu itu pula, saya mengedarkan kardus bekas air mineral. Dan alhamdulillah, uang terkumpul sebanyak seratus tujuh puluh dua ribu rupiah.” Cerita Ustadz yang pernah belajar di Universitas Al-Azhar jurusan Ushuluddin itu.

Tahun 2011, ustadz asal Krui kabupaten Pesisir Barat Lampung itu merintis Pesantren Ramadhan di masjid Al-Ittihad. Setelah Yayasan Darul Fikri Garut mendirikan masjid Al-Hammad di tanah wakaf seluas 700 meter persegi, acara pesantren kilat untuk anak-anak dan remaja itu pindah ke masjid tersebut dan tahun ini diadakan di gedung baru.

Acara yang dibuka langsung oleh kepala desa Mekargalih, H. Yana Mulyana Ruhimat, SE., ini, diikuti lebih dari 80 peserta. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi perjuangan Udo Yamin Majdi yang membangun pesantren dari nol dan kini telah berdiri masjid, 3 kelas, aula, kantor dan 11 kamar mandi.

“Saya sebagai aparat pemerintah tingkat desa, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi perjuangan Ustadz Udo dalam membangun Cipepe lewat pendidikan.” Kata Yana Mulyana, sebelum beliau menggunting pita sebagai simbolis bahwa acara Pesantren Ramadhan resmi dibuka.

Selesai Opening Ceremonial, kemudian penandatangan di lembar Signature yang diawali oleh Kepala Desa dan dilanjutkan oleh para tamu undangan. Terakhir para peserta, panitia, pemateri dan undangan mengabadikan acara pembukaan ini, dengan photo bersama di depan Photo Booth yang disediakan oleh panitia. (YNF/WST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.