Home Berita Daerah Pernikahan di Gorontalo Hanya Boleh Dihadiri 10 Orang Saja, Imbas Corona

Pernikahan di Gorontalo Hanya Boleh Dihadiri 10 Orang Saja, Imbas Corona

25
0
SHARE
Ilustrasi. (foto:tokopediacom)

Wasathiyyah.com, Gorontalo – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Arfan Tilome, menyampaikan aturan yang mesti dipatuhi kedua belah pihak mempelai jika hendak melangsungkan pernikahan selama masa darurat Covid 19 ini.

Aturan tersebut diantaranya mengatur jumlah orang yang boleh hadir pada prosesi akad nikah yaitu hanya 10 orang. Adapun pengaturannya diserahkan kepada kedua pihak keluarga.

“Terserah pengaturannya bagaimana, setengah-setengah atau lima orang dari masing-masing mempelai, tergantung pengaturan pihak keluarga,” ujar Arfan Tilome, di Gorontalo, Rabu (25/3).

Arfan menjelaskan bahwa Kemenag, termasuk Kemenag Gorontalo tetap melaksanakan pelayanan pencatatan dan pelaksanaan akad nikah selama masa darurat Corona ini.

Hanya saja ada beberapa catatan yang wajib dipatuhi oleh setiap pihak yang terlibat dalam proses akad nikah. Selain aturan tentang jumlah orang yang hadir, pihak-pihak yang terlibat dalam proses tersebut seperti penghulu dan mempelai pria wajib memakai masker dan sarung tangan.

Keluarga yang hadir pada akad nikah juga selain dibatasi jumlahnya, juga wajib mengikuti protokol dari Kemenag yaitu menjaga jarak satu sama lain.

Arfan juga menekankan agar pihak keluarga tidak mengadakan acara resepsi baik di Kantor Urusan Agama (KUA), di rumah ataupun di lokasi lain. Jika ada yang memaksa melakukan resepsi, pihak Kemenag menyerahkannya ke aparat Kepolisian terkait penerbitan izin keramaian.

Sebelum digelar akad nikah, kata di, kedua mempelai dan pihak keluarga akan menerima penyampaian persyaratan tersebut dan kondisi itu akan diterapkan selama masa darurat nasional berlangsung.

Kemenag berharap seluruh masyarakat atau para calon pengantin yang akan melaksanakan pencatatan nikah agar menaati aturan wajib tersebut,termasuk setiap mempelai dan anggota keluarga yang akan menghadiri pelaksanaan akad nikah di KUA, wajib mengenakan masker dan mencuci tangan di air mengalir.

“Kita memberlakukan aturan itu secara ketat dan merata sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. Semoga daerah ini aman dan tidak ditemukan kasus, namun patut siaga untuk mencegahnya,” kata Arfan. (WST/RS/republika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.