Home Berita Daerah Lewat OPOP, Jawa Barat akan Memiliki 5.000 Pesantren Juara

Lewat OPOP, Jawa Barat akan Memiliki 5.000 Pesantren Juara

102
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Garut — Pelatihan dan Magang One Pesantren One Product (OPOP) tingkat provinsi Jawa Barat di salah satu pondok pesantren role model Ponpes Darul Arqam Garut,  hari ini (24/9) secara resmi ditutup oleh Dra. Tini Djumartini mewakili Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil provinsi Jawa Barat Drs. Kusmana Hartadji, MM.

Menurut survey BPS tahun 2020, kata Tini Djumartini, sebanyak 84,20% UMKM  Nasional yang terdampak pandemi dan mengalami penurunan pendapatan sebesar 82,85%, namun terdapat UMKM yang mengalami pendapatan sebesar 2,55%. Tiga sektor yang terdampak oleh pandemi adalah (1) sektor akomodasi dan makan, minum sebesar 92,47%, (2) sektor jasa 90,90% dan (3)sektor transportasi dan pergudangan terdampak sebesar 90,34%.

Di sisi lain tren kenaikan permintaan eksport bahan halal dari Indonesia ke negara luar selalu meningkat, tercatat nilai eksport terbesar sebanyak 35 milyar Dollar pada tahun 2017. Hal ini diikuti dengan meningkatnya pertumbuhan industri halal di Indonesia, pertumbuhan industri halal dari tahun 2015-2019, di indonesia tercatat pertumbuhan industri halal pada tahun 2019 sebesar 7,5% dengan kontribusi sebesar 1400 triliun rupiah, angka ini jauh bila dibandingkan dengan kontribusi PDB Nasional yang hanya sekitar 5% dengan kontribusi sebesar 1000 triliun rupiah.

Lebih lanjut, Tini Djumartini mengatakan bahwa OPOP merupakan kawah candradimuka bagi usaha pesantren untuk berkontribusi dalam halal value chain (rantai pasok halal) untuk menngatasi tingginya permintaan bahan makanan halal di dalam dan luar negeri.

Akibat pandemi ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengkonsumsi produk sehat dan halal. Ini merupakan peluang besar yang harus ditangkap oleh para peserta pelatihan, untuk tetap fokus terhadap produksi makanan halal dan hiegienis.

“Permintaan bahan makanan halal di dalam dan luar negeri semakin tinggi, ini sebuah peluang yang harus ditangkap oleh peserta OPOP,” ujar Tini Djumartini dihadapan peserta Pelatihan dan Magang One Pesantren One Product (OPOP) tingkat provinsi Jawa Barat.

Tini Djumartini juga menceritakan bahwa Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji berharap program OPOP akan memiliki peranan besar dalam memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara, bahkan sebagai penyumbang devisa negara, penciptaan lapangan kerja dan pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri khususnya dalam pemulihan ekonomi Jawa Barat.

OPOP adalah salah satu kegiatan dari program Gubernur Jawa Barat periode tahun 2019-2023 yang disebut Program “Pesantren Juara” dalam rangka mendorong pemberdayaan pesantren agar mempunyai produk unggulan serta mampu mandiri secara ekonomi.

Kegiatan OPOP ini dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil melalui UPTD Pendidikan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha Provinsi Jawa Barat, dan tahapan kegiatan meliputi; Pelatihan dan Magang, Pendampingan Usaha, Temu Usaha, Lomba Produk Unggulan Pesantren, dan Pameran OPOP.

Di akhir sambutannya, Tini Djumartini menyampaikan bahwa selama lima tahun (2019-2023), Jawa Barat akan memiliki 5.000 Pesantren Juara sebagai pencetak Wirausaha Baru.

“Target kita, selama lima tahun, lewat OPOP ini akan ada lima ribu Pesantren Juara. Tahun kemaren kita lebih dari seribu, tahun ini setengahnya, lima ratus pesantren, mudah-mudahan tahun depan pandemi Covid-19 berakhir, sehingga jumlah peserta OPOP kembali ke angka seribu,” pungkas Tini Djumartini (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.