Home Berita Daerah Amanat Diskuk Jawa Barat kepada Peserta OPOP 2020

Amanat Diskuk Jawa Barat kepada Peserta OPOP 2020

47
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Garut – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) provinsi Jawa Barat Drs. Kusmana Hartadji, MM., berpesan kepada peserta Pelatihan dan Magang One Pesantren One Product (OPOP) tahun 2020. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Kadis Diskuk Jabar Dra. Tini Djumartini, saat menutup acara Pelatihan dan Magang One Pesantren One Product (OPOP) tahun 2020, hari ini (24/9) di Pondok Pesantren Darul Arqam Garut.

Tahun ini (2020), ada 500 pesantren yang lolos Audisi 1 dan mengikuti Pelatihan dan Magang OPOP 2020 selama 4 (empat) hari mulai 21-24 September 2020 di 7 pesantren roll model, yaitu Ponpes Darut Tauhid (DT) Kota Bandung, Ponpes Al-Ittifaq di Kabupaten Bandung, Ponpes Darul Iman Bogor, Ponpes Al-Idrisiyyah Tasikmalaya, Ponpes Al-Muhajirin Purwakarta, Ponpes Riyadlul Ulum Kota Tasikmalaya, dan Ponpes Darul Arqam Garut.

Di Ponpes Darul Arqam Garut, ada 52 peserta, terdiri dari: 41 laki-laki dan 11 perempuan; start up 23 orang dan scale up 29 orang, dari 14 kabupaten dan kota. Dua hari pertama, peserta menerima materi di kelas; hari ketiga mereka magang berkunjung ke 4 unit bisnis Ponpes Darul Arqam, terdiri dari: klinik, KBIHU, pabrik tepung kelapa, dan laundry; dan di hari terakhir, hari keempat, peserta presentasi rencana pengembangan bisnis mereka melalui Business Model Canvas (BMC).

Selesai presentasi BMC, dilanjutkan dengan Acara Penutupan yang dihadiri oleh pihak pelaksana OPOP UPTD Pendidikan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha Provinsi Jawa Barat, panitia OPOP provinsi dan tuan rumah, pendamping OPOP, pimpinan Ponpes Darul Arqam dan peserta OPOP.

Dalam sambutannya, Tini Djumartini menyampaikan amanat Kepala Diskuk Jabar kepada peserta agar mempraktekan hasil Pelatihan dan Magang OPOP tahun 2020 selama 4 hari di Ponpes Darul Arqam Garut.

“Bapak Kadis berpesan, kepada peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan magang yang akan kembali pesantrennya masing-masing, agar apa-apa yang telah didapatkan selama pelatihan dapat dipraktekan dengan baik di lapangan, selalu meningkatkan kompetensi, disiplin, kejujuran dan etos kerja serta menunjukkan profesionalitas dalam bekerja,” kata Tini Djumartini.

Program Pelatihan dan Magang tersebut, kata Tini Djumartini, tidak akan berhasil tanpa adanya do’a dan dukungan dan bantuan dari semua pihak khususnya pemerintah kab/kota yang membidangi koperasi dan ukm untuk dapat menindaklanjuti program opop ini dengan program strategis daerah. Tidak lupa kami apresiasi untuk pesantren host sebagai panitia penyelenggara.

Tini Djumartini mengingatkan agar menggunakan hadiah bersyarat berupa modal usaha yang diperoleh melalui kegiatan kompetisi perencanaan usaha OPOP sesuai denga nisi Pakta Integritas Hadiah Modal Usaha dan Surat Pernyataan Penggunaan Hadiah Modal Usaha. Hadiah bersyarat dari Gubernur Jawa Barat tersebut, sebesar Rp. 25.000.000 bagi peserta start up dan Rp. 35.000.000.

“Sekali lagi, kami mohon bapak-ibu semua menggunakan dana sesuai dengan Pakta Integritas dan Surat Pernyataan,” Tini Djumartini kepada peserta Pelatihan dan Magang OPOP 2020 di Ponpes Darul Arqam. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + thirteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.