Home Berita Daerah Menolak Kalah oleh Corona, Santri Situbondo Buat Hand Sanitizer Sendiri

Menolak Kalah oleh Corona, Santri Situbondo Buat Hand Sanitizer Sendiri

34
0
SHARE
santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'yah (P2S2) Sukorejo, Situbondo.

Wasathiyyah.com, Situbondo – Pandemi Corona yang terus mewabah di berbagai negara menimbulkan kecemasan dan mengakibatkan kelangkaan beberapa produk di pasaran seperti hand sanitizer, khususnya di Indonesia.

Hal ini memotivasi santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’yah (P2S2) Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, untuk bergerak melawan Corona dengan cara membuat sendiri hand sanitizer.

Sekretaris P2S2 Sukorejo Lora Fadhoil mengatakan, pembersih tangan tersebut diproduksi oleh santri SMK Ibrahimy-1 Prodi Farmasi dan Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy. Sampai saat ini sudah lima ribuan botol hand sanitizer yang berhasil dibuat.

Ribuan botol hand sanitizer ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan 14 ribuan santri di pesantren tersebut. “Jumlah saat ini masih belum mencapai target untuk memenuhi kebutuhan santri, ustadz, dosen dan pengurus pesantren,” ujar Lora Fadhoil kepada Republika.

Lora Fadhoil mengatakan bahwa dengan keahlian yang dimiliki oleh santrinya ini, P2S2 Sukorejo berencana terus memproduksi hand sanitizer agar bisa dimanfaatkan tidak hanya oleh civitas akademika pesantren saja tapi juga bisa dibagikan kepada masyarakat.

Dia mengemukakan bahwa upaya ini bukan tanpa kendala. Karena untuk memproduksi lebih banyak lagi santri dihadapkan dengan kelangkaan bahan baku di pasaran seperti Etanol 96, Gliserol, Aquadest, dan Hidrogen Peroksida. Belum lagi pembelian dalam jumlah besar harus dilakukan secara resmi, dengan surat resmi, uang muka dan inden.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy mengatakan, pembuatan hand sanitizer tersebut merupakan ikhtiar untuk menghindar dari satu takdir Allah menuju takdir Allah yang lain, sehingga bisa menghindar dari virus corona dan mendapatkan keselamatan.

Hal ini disampaikan Kiai Azaim saat melihat langsung produksi hand sanitizer di ruang Laboraturium Farmasi Klinis pondok pesantren pada Kamis (19/3) lalu.

“Mari kita berikhtiar mencari rahmat Allah dan penyembuhan. Kita harus berupaya agar terhindar dan dijauhkan dari segala macam penyakit. Mari kita bertawakkal kepada Allah,” jelas cucu pahlawan nasional KHR As’ad Syamsul Arifin. (WST/RS/Republika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.