Home Berita Daerah Laziswaf Maqwa Laporkan Keuangan Akhir Ramadan 1442

Laziswaf Maqwa Laporkan Keuangan Akhir Ramadan 1442

174
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Krui—Akuntabilitas merupakan salah satu asas dari pengelolaan zakat. Oleh sebab itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kinerja selama selama ini, maka hari ini (Rabu, 12/5/2021) direktur Laziswaf Maqwa Udo Yamin Majdi sebelum menyampaikan laporan keuangan selama bulan suci Ramadan kepada MUI Pesisir Barat, BAZNAS Pesisir Barat dan Kanwil Kamenag Lampung, terlebih dahulu melaporkan kepada Dewan Pembina Laziswaf Maqwa H. Furqon Balyan dan Syahrir A.Md di kantor Laziswaf Maqwa.

Dalam Laporan Rekapitulasi Keuangan Laziswaf Maqwa, zakat fitrah terkumpul dalam bentuk beras sebanyak 180 kg dan uang sebesar Rp. 3.355.000, zakat mal 29.225.000, sedekah/infaq Rp. 2.915.000, wakaf mobil Rp. 124.663.000 dan wakaf Quran 420 eksemplar.

Adapun penggunaan uang tersebut, Laziswaf Maqwa menggunakan asas syariat Islam, bahwa zakat fitrah disalurkan untuk 72 fakir miskin, dengan tujuan membahagiakan mereka saat Hari Raya Idul Fitri, sebab memiliki bekal sebagaimana orang yang memiliki harta.

“Zakat fitrah ini, memiliki kekhususan sendiri, dikumpulkan sebelum dan sesudah Idul Fitri. Sasarannya fakir dan miskin,” kata Udo Yamin Majdi.

Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa zakat mal, secara syariat sudah sangat jelas untuk 8 asnaf atau kelompok. Karena di sekitar Laziswaf Maqwa tidak ada muallaf dan riqab, maka zakat mal didistribusikan kepada 6 kelompok, meliputi fakir, miskin, amil, gharimin, fi sabilillah, dan ibnu sabil.

“Kita mendistribusikan zakat, infaq dan sedekah, sesuai dengan tuntunan Quran dan Sunnah. Dalam Quran, sasaran ZIS ini ada 8 delapan,” kata pimpinan Pondok Pesantren Quran Terpadu (PPQT) Darul Fikri Garut itu dan sekarang sedang merintis Pesantren Maqwa Krui.

Semua titipan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal, kata Udo Yamin Majdi, di hari terakhir Ramadan saldonya sudah nol, bahkan minus, sehingga mendapatkan tambahan dari dana infaq/sedekah, agar orang  yang sudah terdata mendapatkan semua.

“Tanda bahwa lembaga kita sehat, ketika saldo kita nol, berarti program kita berjalan lancar,” kata Udo Yamin Majdi.

Saldo terakhir, dari pos infaq/sedekah sebesar 1.456.000 dan ini untuk biaya operasional lembaga dan dana wakaf mobil jemputan memang tidak boleh digunakan kecuali sesuai dengan peruntukannya.

“ZIS dan wakaf, dua hal yang berbeda. ZIS kita pergunakan untuk operasional, sedangkan wakaf untuk investasi atau aset umat,” kata Udo Yamin Majdi.

Dewan Pembina Laziswaf, Furqan Balyan menanggapi bahwa sangat bersyukur Laziswaf Maqwa dan berharap bisa mengedukasi masyarakat, terutama para amil zakat, agar mereka dalam mengelola zakat sesuai dengan ajaran Islam.

“Alhamdulillah saya bersyukur, Laziswaf Maqwa ini berdiri. Saya berharap, suatu saat nanti, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pengelolaan zakat sesuai dengan ajaran Allah dan rasul-Nya,” kata Furqan Balyan.

Hal senada diungkapkan Syahrir, selain pembina Laziswaf Maqwa, dia sebagai ketua Yayasan Warotsatul Anbiya Lampung, mengapresiasi kinerja pengurus Laziswaf Maqwa.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pengurus yang telah berjibaku melayani umat dalam menunaikan zakat, infaq, sedekah dan wakaf. Semoga ke depan, Laziswaf Maqwa akan lebih baik lagi,” ungkap Syahrir. {WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 − 7 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.