Home Berita Daerah Kadisdik Garut, Melepas Siswa SMP IT Al-Mashduqi Homestay ke Kampung Inggris Pare

Kadisdik Garut, Melepas Siswa SMP IT Al-Mashduqi Homestay ke Kampung Inggris Pare

585
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Garut–Siswa kelas VIII SMP IT Al-Mashduqi Boarding School Garut memanfaatkan waktu libur mereka dengan belajar di Kampung Inggris Pare, Kediri – Jawa Timur.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan lembaga pendidikan yang beralamat di Jalan KH. Masduki No. 67, Kampung Pasawahan RT. 2 / RW. 2, Pananjung, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat itu.

Sekolah yang berdiri tahun 2007 dan bermotto “Cerdas, Religius dan Berprestasi” ini, memiliki 4 program unggulan: tahfizh al-Quran, bahasa Arab dan Inggris, dirosah Islamiyah, dan Leadership.

“Sekolah kita ini, memiliki empat program unggulan, diantaranya unggul dalam berbahasa Arab dan Inggris.” Ujar Ketua Yayasan Al-Mashduqiyah, H. Arif Bakhtiar S.Th.I saat melepas para siswa kemaren, Senin (10/12/2018) di Masjid Al-Mashduqi.

Acara Pelepasan Homestay Pare-Kediri itu juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang diwakili oleh Kepala Bidang SMP, Totong, S.Pd., M.Pd.

Beliau mendukung penuh kegiatan Homestay ke Kampung Inggris ini dan berharap sekolah-sekolah lain terinspirasi untuk melakukan hal yang sama.

“Program ini sangat positif sekali dan saya berharap semoga ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Garut dalam menciptakan program liburan yang bermanfaat bagi siswanya” Kata Totong.

Program Belajar di Kampung Pare ini akan dilaksanakan selama 1 bulan. Tujuan program ini adalah melatih 4 keterampilan berbahasa Inggris: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, sehingga bahasa lisan dan tulisan para siswa SMPIT Al-Mashduqi semakin baik.

Sejatinya, keterampilan berbahasa -baik bahasa Arab maupun Inggris– tersebut, sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di asrama Ponpes Al-Mashduqi, terutama pada kelas bahasa. Namun pihak lembaga merasa perlu mengadakan kegiatan belajar bahasa Inggris di Pare. Sebab, bukan hanya para siswa saja yang belajar, melainkan pihak pembimbing juga akan belajar metode mengajarkan bahasa Inggris kepada para siswa.

“Selain belajar berbahasa, kegiatan ini sekaligus wisata, sehingga siswa, pembimbing dan pihak yayasan bisa sejenak memanjakan mata dengan pemandangan indah selama perjalanan, menstimulasi otak agar muncul ide-ide baru dan mendapatkan pengalaman baru yang berbeda dengan rutinitas sebelumnya.” Pungkas Arif Bakhtiar. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.