Home Berita Daerah Tenang, Motor Hilang Saat Ibadah di Masjid Jogokariyan Akan Diganti

Tenang, Motor Hilang Saat Ibadah di Masjid Jogokariyan Akan Diganti

317
0
SHARE
Masjid Jogokariyan, Yogyakarta

Wasathiyyah.com, Yogyakarta — Masjid Jogokariyan merupakan masjid yang menjadi percontohan nasional tentang manajemen masjid. Selain memperhatikan kenyamanan jemaah dalam beribadah, pihak Jogokariyan juga menaruh perhatian penting soal keamanan barang-barang jemaah.

Jemaah yang kehilangan barang di masjid yang terletak di Kampung Jogokariyan, Mantrijeron itu akan diganti pihak pengurus masjid.

Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir ASP, mengatakan kebijakan mengganti barang jemaah yang hilang sudah dimulai sejak tahun 2000-an. Alasannya, tak lain untuk mengubah cara berpikir takmir masjid agar lebih bertanggung jawab.

“Jadi kita ingin mengubah cara berpikir para pengurus masjid supaya bertanggung jawab memberikan layanan. Maka di Jogokariyan kalau ada sendal, sepatu, sepeda, sepeda motor jika hilang ditinggal ibadah di masjid tersebut akan kita ganti baru dengan merek yang sama,” kata Jazir, Rabu (8/5/2019).

Untuk membuat kebijakan seperti itu, pastilah memerlukan dana. Awalnya dana dari pengurus masjid, namun seiring berjalannya waktu dana diambil dari kas masjid.

“Dana waktu awal memang dari pengurus karena masyarakat kan belum tahu maksud kita. Sekarang ya karena kas masjid sudah banyak ya dari kas masjid,” ujarnya.

Jazir menceritakan, pernah ada jemaah yang kehilangan sepeda onthel. Kemudian masjid mengganti sepeda yang seharga Rp 1,6 juta. Menurutnya yang utama adalah kenyamanan jamaah saat beribadah.

“Kalau motor belum, baru sepeda. Sepeda sudah (pernah hilang) dan kita ganti. Sekitar Rp 1,6 juta,” katanya.

Jazir juga tak lupa memberikan tips manajemen masjid yang baik. Menurutnya pola pikir pengurus harus diubah untuk pelayanan yang maksimal. Tak hanya sekadar menghadirkan imam yang bagus hingga sarana yang ibadah yang bersih.

“Layanan keamanan bahwa yang beribadah di situ barangnya dijamin. Kalau aman nyaman pasti mereka senang datang, kalau seneng pasti ada kontribusi berupa infak atau sedekah,” ujarnya.

Sementara itu, Ryanda mahasiswa asal Bandung yang mengontrak rumah tak jauh dari Masjid Jogokariyan, mengetahui kebijakan masjid tersebut. Dia pun menyambut positif dan berharap jamaah bisa semakin khusyuk beribadah.

“Di Masjid Jogokariyan jemaah memang banyak. Ini sangat bagus sehingga jemaah nyaman beribadah,” ujarnya. (WST/YN/kumparan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.