Home Berita Daerah IKANU Mesir Gelar Rakernas, Tiga Isu Utama Jadi Sorotan

IKANU Mesir Gelar Rakernas, Tiga Isu Utama Jadi Sorotan

224
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Cirebon – Ikatan Keluarga Alumni Nahdlatul Ulama (IKANU) Mesir gelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Cirebon, Jawa Barat, pada 7-8 Maret 2020.

Selain untuk bersilaturahim antar sesama alumni NU yang menimba ilmu di Mesir, Rakernas ini juga menyoroti tiga isu utama antara lain mitigasi bencana, pemerataan keadilan ekonomi, dan tantangan ekonomi 4.0.

Dalam hal mitigasi bencana, Ketua IKANU Mesir, KH Faiz Syukron Makmun mengutarakan bahwa pemerintah memegang peran sentral dalam menghadapi masuknya virus Corona ke Indonesia. Guz Faiz, begitu ia akrab disapa, menyayangkan pemerintah yang nampaknya belum sepenuhnya siap menghadapi virus yang sudah menjadi fenomena global ini.

Gus Faiz juga menyoroti panic buying di tengah masyarakat sebagai indikasi ketidaksiapan pemerintah menghadirkan rasa aman masyarakat dalam menghadapi Corona.

Pemerintah seharusnya belajar banyak dari Singapura yang sudah melakukan tindakan antisipasi sejak awal virus itu merebak di Wuhan, China. Pemerintah Singapura mampu secara langsung memenuhi kebutuhan masker dan hand sanitizer (cairan pencuci tangan) warganya sehingga tidak terjadi kelangkaan.

Gus Faiz juga mengapresiasi langkah Pemerintah Saudi yang menutup secara total kunjungan warga negara asing sebagai langkah tegas yang patut dicontoh demi kemaslahatan yang lebih besar.

“Dalam kaidah Islam sebaiknya mengedepankan maslahat keselamatan jiwa ketimbang meraup devisa,” tutur dia.

Tentang isu kedua yaitu pemerataan keadilan ekonomi, Gus Faiz menilai masih ada ketimpangan ekonomi. Jika Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan per September 2019 sebesar 9,22 persen atau menyisakan 24,7 juta jiwa lagi, namun faktanya jurang antara si kaya dan si miskin masih sangat timpang.

Hanya segelintir warga Indonesia yang menguasi segala lini perekonomian di Tanah Air. “Tentu ini yang kita sayangkan dan perlu kesadaran bersama agar jurang kesenjangan ini terkikis,” ungkapnya.

Terkait isu ketiga, tantangan ekonomi 4.0, Gus Faiz menekankan isu penguatan Islam moderat sebagai identitas keislaman Indonesia. Moderasi beragama sejatinya bisa diterapkan dalam berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain membahas tiga isu utama ini, Rakernas IKANU Mesir ini juga menjadi ajang temu kangen antar alumni demi memperkuat peran kader NU di tengah masyarakat, baik di kancang lokal, nasional maupun internasional.

Rakernas ini dihadiri oleh Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj sebagai pembicara. Nampak hadir juga Yusuf Mansur dan tamu undangan lainnya.

Dalam Rakernas ini juga digelar ekspo yang menampilkan beragam karya alumni NU Mesir dan Focus Group Discussion.

Sekjen IKANU, M Anis Mashduqi, menambahkan Rakernas ini digelar sebagai wujud tanggung jawab alumni NU yang pernah menempuh studi di Mesir menjawab berbagai persoalan umat dan bangsa. (WST/RS/republika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 + 18 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.