Home Berita Daerah Pesantren Persis Tarogong Terima Bantuan Mesin Kopi dari Kemenperin

Pesantren Persis Tarogong Terima Bantuan Mesin Kopi dari Kemenperin

396
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Garut– Pesantren Persatuan Islam Tarogong menerima bantuan peralatan pengolahan kopi sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) dari Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA). Ini dalam rangka menumbuhkan ekonomi di pesantren melalui Program Wira Usaha Baru (WUB) Santri Bidang Industri.

Menurut Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih, pesantren memiliki peran sebagai agent of development untuk mengembangkan sumber daya manusia di pedesaan sehingga ekonomi masyarakat meningkat dan pada akhirnya mendukung ekonomi Nasional.

“Pesantren memiliki peran agent of development. Di sini ada santri, mereka sumber daya manusia berkualitas, ulet, sabar, jujur dan tekun. Perpaduan antara pesantren dan santri ini, maka dapat mengembangkan berbagai unit bisnis atau industri berskala kecil dan menengah, memiliki inkubator bisnis, minimal memiliki koperasi. Buahnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar pesantren, dan mendukung enonomi nasional,” kata Gati Wibawaningsih di hadapan pengurus Pesantren Persatuan Islam Tarogong dan 100 peserta Bimbingan Teknis tadi pagi (Rabu, 7/8/2019) di GOR asrama putra Pesantren Persatuan Islam Tarogong.

Lebih lanjut Gati mengungkapkan, berdasarkan sensus Kementerian Agama di tahun 2015, bahwa jumlah pondok pesantren di Indonesia diperkirakan sebanyak 28.961 yang tersebar di seluruh provinsi dengan total santri sekitar 4.028.660 santri. Dari total 28.961 pondok pesantren, sekitar 23.331 pondok pesantren (80 persen) di antaranya tersebar di empat provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten. Dengan jumlah pesantren dan santri yang cukup besar tersebut, ini sangat strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Dalam acara yang sama, Mudirul ‘Aam, Pimpinan Pesantren Persatuan Islam Tarogong, KH. Muhammad Iqbal Santoso, menceritakan bahwa Pesantren Persis Tarogong sejak tahun 2012, sudah memiliki kebun kopi dikelola oleh para alumni yang tamat kuliah di IPB Jurusan Perkebunan dan mereka mengabdi di almamater dengan cara mengembangkan perkebunan kopi pesantren.

“Alhamdulillah, sejak tujuh tahun yang lalu, kita memiliki kebun kopi dan dikelola oleh alumni pesantren yang tamat kuliah di IPB dan mereka mengabdi di pesantren,”  kata Pimpinan pesantren yang memiliki santri lebih dari 3.800 orang itu.

Tahun 2019 ini sudah hampir 7 ton yang dijual dalam bentuk biji. Dengan Program Penumbuhan Wirausaha Baru IKM di Pesantren Persatuan Islam Tarogong dalam bentuk bimbingan teknis serta 9 jenis fasilitasi mesin/peralatan pengolahan kopi, maka Mudirul Aam, berharap memiliki nilai ekonomis tinggi, sebab sebelumnya dijual dalam bentuk biji, selanjutnya akan diolah dan dikemas sendiri.

“Saya berharap, bimtek dan bantuan mesin kopi ini, bisa meningkatkan nilai ekonomis hasil kopi pesantren. Tadinya kita jual dalam bentuk biji, sekarang bisa kita olah sendiri, kemas sendiri, dan jual sendiri,”pungkas KH. Muhammad Iqbal Santoso. (WST/YNF/HumasPPI76)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.