Home Berita Daerah UIN Raden Fatah Palembang Gelar Kajian Manuskrip Nusantara

UIN Raden Fatah Palembang Gelar Kajian Manuskrip Nusantara

79
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Palembang – Malay Islamic Civilization Institute (MIC-I) UIN Raden Fatah Palembang bekerjasama dengan puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKMMO) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, melaksanakan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Kajian Manuskrip Nusantara khususnya Islam Melayu, Kamis, 05 September 2019.

Acara yang bertempat di Aula Fak. Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang ini dibuka oleh Wakil Rektor I  Dr. Ismail Sukardi, M.Ag.  didampingi Dekan Fak Adab Dr. Nur Huda.

“Perlu kerja keras dan kerja lugas”, Ujar Ismail  berkenaan dengan Kajian Manuskrip Nusantara ini.  Senada dengan itu dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab, Dr. Nur Huda, M.Ag menyatakan bahwa UIN ingin menjadi pusat kajian manuskrip melayu melalui MICI di Fak. Adab. Harapannya Semoga FGD ini menjadi momentum adanya kegiatan terkait manuskrip di UIN melalui MICI bekerja sama dengan Litbang.

Retno Karini yang mewakili PLKKMO juga menyatakan bahwa pendirian Pusat Kajian Manuskrip Keagamaan Nusantara (PKMKN) pelu didukung oleh berbagai pihak utamanya dari para pegiat naskah di UIN dan masyarakat.

Acara yang berlangsung selama empat jam tersebut menghadirkan pakar pengkaji manuskrip nusantara, Dr. Aguk Irawan dan Dr. Endang Rochniatun, M.Hum, sebagai Ketua MICI.

Aguk menyatakan bahwa kehadiran negara dalam mengurusi manuskrip keagamaan yang tersebar di belahan Nusantara menjadi penting dan mendesak. Salah satunya dengan pembentukan Pusat Kajian Manuskrip Keagamaan Nusantara (PKMKN). Demikian  pernyataan narasumber yang dikenal sebagai penulis,  budayawan, dan penggiat naskah kuno yang saat ini menetap di kota Bantul, Yogyakarta.

Aguk juga menekankan bahwa Manuskrip yang bersifat menyadur dan menyalin ulang (interkontekstual) juga perlu menjadi kajian.

Sementara itu Endang, mengungkapkan betapa pentingnya kajian tentang manuskrip keagamaan.  “Palembang sangat kaya dengan manuskrip Melayu. Kekayaan khazanah dan budaya keagamaan tergambar dalam manuskrip tulis tangan utamanya yang berasal dari era kesultanan Palembang,” demikian paparan Endang.

Di sisi lain salah satu peserta FGD,  Abdur Razaq, menyarankan agar Lembaga lain yang sama –sama mengurus manuskrip bisa bersinergi dengan PKMKN sebagai lembaga resmi mewakili negara hal ini  agar tidak terjadi pengulangan.

Karena bakal ada lembaga bersama yang mengkaji manuskrip nusantara dan terpusat di PKMKM maka perlu juga direalisasikan anggaran yang besar lantaran ada di pusat dan di daerah. Tidak kalah penting juga sosialisai dan publikasi. Ujar Abdur Razaq yang juga wakil dekan fak. Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah.

Acara ini dihadiri oleh 30 orang peserta yag sebagaian besat merupakan penggiat naskah klasik dan juga pemerhati kajian sejarah dan budaya, di samping juga para akademisi dari UIN Raden Fatah. (WST/RS/AH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.