Home Berita Daerah Harba PII Garut, Momentum Bersyukur dan Menyambut Ramadhan

Harba PII Garut, Momentum Bersyukur dan Menyambut Ramadhan

299
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Garut — Para alumni dan kader Pelajar Islam Indonesia (PII) kabupaten Garut menggelar acara Hari Bangkit (Harba) ke-71 di sekretariat KBA PII Garut sekaligus Kantor Koperasi Desapreuneur Madani di Kelurahan Jayawaras Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, ketua PC KBA-PII Garut, Rofiq Azhar, S.Ag, MM., menegaskan bahwa Harba adalah momentum bagi para kader dan alumni PII untuk bersyukur kepada Allah SWT. Mengembangkan potensi diri dan bersinergi dalam memberikan manfaat kepada manusia, menurut dosen STAI Musaddadiyah ini, manifestasi dari ungkapan rasa syukur.

Lebih lanjut, Rofiq Azhar, mengajak kepada para kader dan alumni PII, untuk mengungkapkan rasa syukur dengan cara mendo’akan dan meneladani para pejuang PII zaman dulu.

“Kita bersyukur, bisa berkumpul di PII. Dan ini tidak lepas dari jasa para senior kita dahulu. Oleh sebab itu, nanti ketika Udo Yamin membacakan do’an, tolong selipkan do’a untuk para kader PII yang telah wafat mendahului kita. ” Ujar mantan ketua Baznas Garut itu.

Setelah beberapa kader dan alumni mengungkapkan rasa syukurnya, sebelum berdoa, pembawa cara memberikan kesempatan kepada Udo Yamin Majdi untuk memberikan taushiyah.

Alumni universitas Al-Azhar Mesir itu menyampaikan nasehat bahwa pertemuan Harba ini sebagai sarana bagi kader dan alumni PII untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Menurut pengasuh Pondok Pesantren Quran Terpadu (PPQT) Darul Fikri Garut tersebut, ramadhan adalah cara Allah memanusiakan manusia.

Dalam Quran, ada empat istilah yang Allah sebutkan untuk mengungkapkan manusia. Pertama, al-basyar, manusia secara biologis; kedua, al-insan, manusia secara intelektual; ketiga, an-Nas sebagai makhluk sosial, dan keempat, bani Adam, dimensi spiritual.

Di hadapan para peserta Harba PII Garut itu, Udo Yamin, mengatakan bahwa kehadiran Ramadhan untuk menyeimbangkan dan mengembangkan empat dimensi manusia itu.

“Kalau kita telusuri tujuan shaum Ramadhan, dalam ayat-ayat shaum, maka ada empat tujuan kita shaum: meningkatkan taqwa, meningkatkan ilmu, meningkat syukur, dan meningkat hidayah. Dan keempat tujuan ini sangat erat dengan empat dimensi manusia: dimensi spritual, intelektual, emosional dan fisik.” Ujar pegiat program Pesantren Wisata Lansia itu.

Acara yang digelar hari Sabtu (5/5) itu, dihadiri para kader dan alumni PII berbagai angkatan itu, ditutupi dengan do’a oleh Udo Yamin Majdi dan dilanjutkan dengan “Harba” (daHAR BAreng) makan nasi tumpeng bersama. (YNF/WST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.