Home Berita Daerah Tunas Negeri Para Ulama Krui, Adakan Haflah dan Bukber

Tunas Negeri Para Ulama Krui, Adakan Haflah dan Bukber

175
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Krui— Sekolah Tahfiz Balita dan Anak Markaz Maqwa Krui dalam bulan suci Ramadan mengubah metode pembelajar dari Metode Tabarak menjadi Pesantren Kilat atau Pesantren Ramadan. Puncak dari acara tersebut, kemarin (Senin, 3/5/2021) Markaz Maqwa Krui menggelar Haflah dan Buka Puasa Bersama di Musholla Markaz Maqwa Krui. Acara bertemakan “Nasehat Lukmanul Hakim untuk Tunas Negeri Para Ulama” itu, diikuti oleh 70-an santri, para guru dan pengurus Yayasan Warotsatul Anbiya Lampung.

Di kalangan kaum Muslimin, kisah Lukman Hakim, sangat populer. Sosok tukang kayu dari Habsyi itu, Allah abadikan dalam Quran surat Luqman ayat 12-19. Dalam 8 ayat tersebut, berisi nasehat luar biasa dan sangat penting bagi orang tua dan anak dalam menjalani kehidupan ini.

Selama 2 minggu atau 14 hari, para santri Markaz Maqwa Krui menghafal serta memahami ayat-ayat berisi nasehat penuh hikmah itu. Lewat cerita kisah Lukman Hakim, diharapkan para santri memiliki role model atau tauladan sosok ayah atau bapak. Hal ini disampaikan oleh kepala sekolah Markaz Maqwa Krui, Ami Rahmawati Muslimin, Lc.

“Tujuan utama dari pembelajaran kita selama bulan suci Ramadan ini, kita berusaha mengenalkan sosok ayah atau bapak kepada santri sekaligus mengajarkan tentang keimanan, ibadah dan akhlaq melalui cerita Lukman Hakim,” jelas Ami Rahmawati Muslimah.

Menurut alumnus Universitas Al-Azhar Cairo jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Quran itu, berdasarkan pengalamannya selama 10 tahun mengajar di 2 SDIT di Garut, salah satu problem pendidikan dasar, para pendidiknya kebanyakan perempuan, sedang laki-laki sangat sedikit. Padahal, kalau mencermati Quran, semua dialog antara orang tua dengan anaknya, dilakukan oleh seorang bapak, bukan ibu. Ini sebuah isyarat, bahwa dalam dunia pendidikan kehadiran sosok ayah atau bapak sangat penting bagi psikologis seorang anak.

“Anak didik butuh role model seorang laki-laki. Sedangkan selama ini, kebanyakan guru para perempuan. Di sinilah, ketika kita belum menghadirkan sosok guru laki-laki, maka minimalkan kita menceritakan tokoh laki-laki. Inilah alasan kita menjadikan kisah Lukman dalam pembelajaran kita,” kata isteri dari Udo Yamin Majdi dan ibu dari 4 anak –Fatih, Fathin, Fatiya dan Faqih– tersebut.

Acara Haflah dan Bukber dimulai dari bakda Asar itu, ditangani oleh santri. Mereka menjadi MC atau Pembawa Acara, pembaca Tilawah Quran, dan orang yang tampil dalam acara. Ada yang melantunkan hafalan surat Lukman ayat 12-19, ada yang bernyanyi tentang penghafal Quran, dan ada yang menari Saman.

Itu semua sebagai bagian dari pendidikan. Lewat penampilan tersebut, anak belajar tentang keberanian, percaya diri dan bagaimana tampil di hadapan orang banyak. Ditambah, ini kesempatan bagi pihak pendidik untuk melihat kemampuan atau bakat para santri.

“Mendidik berbeda dengan mengajar. Kalau mengajar hanya sebatas transfer ilmu, sedangkan mendidik semua gerak hidup kita, ini proses pendidikan. Makanya kita menampilkan anak di acara haflah ini, bukan sekedar hiburan menunggu Buka Puasa, melainkan ini bagian dari pendidikan karakter, supaya anak berani, percaya diri, dan tahu cara tampil di hadapan orang banyak,” pungkas perempuan asal Kota Intan Garut tersebut.

Selesai acara haflah, para santri menonton film dokumenter Wisuda dan Pembagian Raport mereka, membaca doa Ifthor. Mereka Buka Bersama dan dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah. (WST/YNF)

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − 14 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.