Home Berita Daerah KB PII dan Kemendikbud Gelar Pelatihan Implementasi Kurikulum K-13 di AMBS Garut

KB PII dan Kemendikbud Gelar Pelatihan Implementasi Kurikulum K-13 di AMBS Garut

207
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Garut–Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan PAUD Kemendikbud & Dikti RI menggelar Pelatihan Implementasi Kurikulum K-13 PAUD. Acara selama tiga hari, tanggal 2 – 4 Oktober 2019 ini, diadakan di Aula Al-Mashduqi Boarding School (AMBS), Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman menegaskan bahwa saat ini pemerintah daerah terus memacu untuk melaksanakan pengembangan dan pembangunan di sektor pendidikan. Salah satu bentuk perhatian di bidang pendidikan adalah peningkatan kompetensi SDM, diantaranya melalui berbagai pelatihan. Pemahaman tentang implementasi kurikulum ini, menurut Wabup, harus dilaksanakan dengan baik melalui penguatan maupun pada kegiatan pemberdayaan guru di gugus PAUD sebagai upaya mempercepat akses penyebar luasan pemahaman kurikulum 2013.

“Kedudukan PAUD berperan penting dalam menyiapkan kemampuan dasar anak yang mempengaruhi kemampuan pada tahap selanjutnya oleh karena itu kami mengajak seluruh pihak yang berkepentigan dan peduli dengan dunia PAUD untuk saling bersinergi dan bekerja sama memajukan dunia PAUD terutama para pengajar,” ajak Wapub kepada para peserta.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, H. Totong, menyambut baik acara pelatihan tersebut. Kadisdik, mengatakan bahwa acara seperti ini dapat membantu pemerintah dalam Implementasi Kurikulum K-13 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Beliau berharap acara ini dapat melahirkan guru-guru PAUD yang berkualitas.

Lebih lanjut, Kadisdik menjelaskan bahwa anak-anak PAUD sedang mamasuki masa golden age (usia emas). Meskipun pra-sekolah, tapi penting untuk bekal mereka dalam pondasi membangun karakter, misalnya kedisiplinan, kemandirian, ketaqwaan, cinta tanah air dan nilai-nilai kejujuran.

“Anak-anak seusia mereka yang di PAUD ini masa golden age (usia emas), meskipun pra-sekolah, tapi penting untuk membangun karakter yang harus kita bina dan kita arahkan, misalnya kedisiplinan, kemandirian, ketaqwaan, cinta tanah air dan nilai-nilai kejujuran juga itu kita tanamkan sejak usia dini, yang memang sudah berjalan di Disdik Garut khususnya bidang pendidikan anak usia dini,” tandasnya.

Sementara itu Asep Efendi dari Sekjen KB PII yang menjadi inisiator dan penyelenggara program kegiatan ini menyatakan, program yang diselenggarakan bersama dengan kemendikbud dirjen pembinaan PAUD Dikti ini, dalam rangka mendukung program pemerintah dalam hal pendidikan karakter, karena KB PII fokus dalam dunia pendidikan. Selama ini KB PII fokus pada pendidikan tingkat SLTP, SLTA dan Perguruan tinggi. Namun, kali ini kita ingin berkontribusi dalam peningkatan karakter dalam Pendidiakn Anak Usia Dini (PAUD).

Lanjut dikatakan Efendi, dari awal sedini mungkin pendidikan karakter itu sangatlah penting. Kurikulum K-13 ini pendidikan yang mengarah kepada kemandirian, bagaimana siswa itu belajar dari sumber-sumber lainnya, selain guru sumber pendidikan juga bisa dari alam. Maka dari itu, menurutnya, kurikulum K-13 ini harus mulai diperkenalkan di usi PAUD, supaya anak-anak mulai berpikir tentang potensi dirinya, potensi alam yang bisa jadi sumber belajar.

Tahun depan, kemungkinan kerjasama antara KB PII dengan kementerian pendidikan akan diselenggarakan di Karawang. Beliau berharap pelatihan ini terus diadakan di berbagai daerah pelosok Indonesia.

“Mudah-mudahan KB PII terus dipercaya, sehingga kami bisa mendorong kegiatan-kegiatan yang susah untuk disentuh oleh mereka (kementerian.red), karena kami ada jaringan di daerah-daerah yang jauh, seperti di Maluku Utara, Papua, NTB dan dibanyak daerah,” pungkas Sekjen KB PII.

Rofiq Azhar, sebagai KB PII Garut sekaligus panitia acara, mengungkapkan ucapan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam acara dan meminta maaf apabila dalam pelaksanaan acara selama 3 hari ini ada kekurangan atau kurang berkenan di hati.

“Saya sebagai panitia, mengucapkan terima kasih kepada semuanya dan mohon maaf atas segala kekurangannnya,” ujar aktivis berdomisili di Garut itu.

Tidak ketinggalan, Ketua Yayasan Al-Mashduqiyah, Arif Bakhtiar, mengatakan hal senada berterima kasih, mohon maaf dan memberikan kesempatan kepada siapa saja yang bergerak di dunia pendidikan untuk menggelar acara di lingkungan Al-Mashduqi Boarding School (AMBS).

“Sebuah kehormatan, sekolah kami dijadikan tempat acara. Silahkan siapa saja pegiat dunia pendidikan, untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di Al-Mashduqi. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,”kata Arif Bakhtiar. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.