Home Berita Daerah Seangkonan 93 Salurkan Zakat Lewat Laziswaf Maqwa Krui

Seangkonan 93 Salurkan Zakat Lewat Laziswaf Maqwa Krui

122
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Krui—Seangkonan 93 adalah komunitas alumni SMA di Pesisir Barat angkatan 1993. Sesuai dengan namanya, komunitas ini saling asah. asih dan asuh. Bahkan untuk menunaikan zakat, mereka kompak datang ke Laziswaf Maqwa Krui hari ini (Senin, 3/5/2021) di Jalan Raya Kota Krui No. 069 Pasar Ulu Kelurahan Pasar Kota Krui kecamatan Pesisir Tengah Krui kabupaten Pesisir Barat Lampung.

Di hadapan para komunitas Seangkonan 93, Udo Yamin Majdi memperkenalkan sekilas tentang Laziswaf Maqwa Krui yang terangkum dalam brosur. Tak lupa, Udo Yamin Majdi mengedukasi mereka tentang makna zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (Ziswaf).

Menurut Udo Yamin Majdi, sedekah mencakup semua kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim, baik itu berupa sholat, dzikir, menyingkirkan duri, bahkan tersenyum pun termasuk sedekah. Sedang infaq adalah kebaikan berupa harta benda. Infaq ini ada yang wajib, dan inilah zakat. Sedangkan infaq yang sunnah, dikenal dengan istilah wakaf.

 

“Sedekah ditujukan untuk semua kebaikan secara umum, sedangkan infaq lebih khusus ditujukan untuk kebaikan lewat harta benda. Yang wajib kita beri nama zakat, sedangkan yang sunnah kita sebut wakaf,” ujar Ustaz Muda yang pernah menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar Cairo jurusan Syari’ah Islamiyyah itu.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan perbedaan antara zakat fitrah dan zakat mal. Berdasarkan pemahaman beliau, zakat fitrah sangat erat dengan bulan suci Ramadhan dan fokus pada faqir dan miskin.

Adapun zakat mal, tidak harus pada bulan suci Ramadhan, yang penting memenuhi kadar senilai 85 gram emas (nisab) dan dalam kurun waktu setahun (Haul), serta yang berhak menerimanya selain untuk faqir-miskin, juga untuk pengelola zakat (amil), orang baru masuk Islam (muallaf), budak (riqab), orang terlilit hutang (gharimin), orang berjuang di jalan Allah (Fie sabilillah), dan orang dalam perjalanan kehabisan bekal (Ibnu Sabil).

Di akhir penjelasannya, direktur Laziswaf Maqwa Krui itu menegaskan pentingnya berzakat lewat amil zakat, pertama: sesuai dengan petunjuk Quran dan sunnah; kedua: untuk mengoptimalkan tingkat kedisiplinan pembayar zakat, ketiga: untuk menjaga perasaan rendah diri para mustahik terhadap muzaki; dan keempat: untuk mencapai efisiensi dan efektivitas serta sasaran dalam pendayaangunaan zakat.

 

“Diantara hikmah kita berzakat lewat LAZ, kita bisa menjaga hati para mustahik tidak merasa rendah diri dan hati para muzaki dari sombong, riya dan sum’ah,” ungkap Udo Yamin Majdi.

Dalam kesempatan ini, anggota komunitas Seangkonan 93 selain membayar zakat untuk keluarga mereka, juga untuk menyalurkan infaq. Dari komunitas itu, terkumpul zakat fitrah 12 orang berupa uang Rp. 420.000, zakat fitrah berupa beras 12,5 kg, zakat mal 3 orang Rp. 2.650.000, dan infaq Rp. 115.000.

Diantara anggota komunitas itu, Emmy Susanti mengungkapkan bahwa mereka yang datang spontan dan beliau berharap ada anggota lain tergerak untuk ikut menitipkan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal, melalui Laziswaf Maqwa Krui. Apalagi penyaluran zakatnya kembali dengan masyarakat Pesisir Barat Lampung.

“Udo, kita datang baru sebagian, ini spontan. Mudah-mudahan teman-teman yang lain bisa nyusul menitipkan zakat ke Laziswaf Maqwa,” ujar owner Hotel Sunset Beach sekaligus Menejer Wakaf Laziswaf Maqwa Krui itu. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − fourteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.