Home Berita Daerah Duh, 12 Alat Peringatan Tsunami di Pangandaran Rusak

Duh, 12 Alat Peringatan Tsunami di Pangandaran Rusak

246
0
SHARE
PADANG, 21/11 - DETEKSI TSUNAMI. Seorang petugas menurunkan peralatan pendektesi dini tsunami "Gitews Buoy" bantuan Jerman yang akan dipancang di kawasan laut barat daya pulau Nias, saat tiba di pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumbar, Senin (21/11), yang dibawa secara khusus oleh kapal KM Sonne dari Jerman. Bantuan berupa hibah dari Pemerintah Jerman lainnya sudah dipasang di kawasan laut barat daya Pagai Selatan, Kab, Mentawai, (antara Pulau Mentawai - Pulau Enggano, Prov. Bengkulu) satu wilayah kepulauan di kawasan Barat Sumatera. Pemasangan alat itu terkait wilayah terseburt rawan bencana gempa dan tsunami. FOTO ANTARA/Str-Maril Gafur/Koz/nz/05.

Pangandaran – Sebanyak 12 alat peringatan dini tsunami yang terpasang di kawasan pantai Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dalam kondisi rusak.

Hal itu menyebabkan tidak dapat berfungsinya alat tersebut untuk memberitahukan secara dini kepada masyarakat ketika ada ancaman bahaya bencana tsunami.

“Alat early warning system tsunami ada 14 buah tapi yang berfungsi hanya dua,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena saat dihubungi, Selasa (2/10/2018).

Ia menuturkan pemerintah telah memasang 14 alat peringatan tsunami tersebut sebagai alat untuk memberitahukan masyarakat pesisir pantai tentang ancaman bencana tsunami.

Alat itu, kata dia, sudah terpasang sepanjang pantai Kabupaten Pangandaran mulai dari Kalipucang sampai Cimerak yang sebagian besar kondisinya rusak karena korosi.

Sedangkan dua alat peringatan tsunami yang masih berfungsi, kata dia, hanya di dua titik yakni di Bojes dan Telkom Pangandaran.

“Yang berfungsi di Bojes dan Telkom Pangandaran, sisanya tersebar mulai dari Kalipucang sampai Cimerak,” katanya.

Ia menyampaikan, alat peringatan tsunami yang rusak itu kondisinya sangat parah sehingga tidak bisa diperbaiki.

Menurut dia, alat yang rusak itu sebaiknya diganti dengan yang baru agar keberadaannya dapat berfungsi optimal.

“Susah diperbaiki, komponennya susah, lebih baik beli yang baru,” kata Nana.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran sedang mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jabar untuk pemasangan baru alat peringatan tsunami.

Setelah terpasang, kata dia, pemerintah daerah akan melakukan perjanjian dengan masyarakat setempat untuk menjaga, merawat dan memberikan informasi apabila ada yang rusak.

“Kalau nanti punya dan mau dipasang lagi, kita bikin perjanjian dengan masyarakat sekitar untuk sama-sama menjaga, merawat,” katanya.

Sebelumnya, wilayah Pangandaran yang sebelumnya masuk wilayah administrasi Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pernah dilanda bencana tsunami pada 2007.

Bencana tsunami tersebut telah menimbulkan banyak korban jiwa, bahkan kerusakan sarana dan prasarana di kawasan pantai.(WST/YN)

Sumber: Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen + eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.