Home Analisis Wabah dan Teori Konspirasi

Wabah dan Teori Konspirasi

24
0
SHARE
Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi

Oleh : Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi

Masa wabah ini, teori konspirasi bertebaran. Banyak sekali tulisan dan ujaran yang mengaitkan Pandemi Covid 19 ini dengan konspirasi suatu negara atau sebuah kelompok.

Menurut saya, konspirasisme ini destruktif. Apalagi di masa wabah. Bisa membuat kita kehilangan fokus. Energi dan sumber daya yang seharusnya untuk menangani wabah jadi habis buat spekulasi. Bahkan membuat kita kehilangan prioritas. Prioritas untuk memperkokoh modal sosial yaitu dengan bersatu padu membantu tenaga medis kita, menyiapkan infrastruktur sosial untuk meredam gejolak karena pandemi dan seterusnya, jadi terlupakan. Kita sibuk mengunyah teori-teori konspirasi yang sering menjadi racun bagi tubuh dan jiwa kita.

Apalagi banyak kajian menunjukkan bahwa konspirasisme sering dipakai untuk mendorong suatu agenda politik dan ideologis. Tanpa sadar, kita jadi instrumen dan pion dalam proxy war. Amerika dan China bersaing, kita ribut membela salah satu pihak. Langsung maupun tidak langsung. Sengaja ataupun tidak.

Kita lupa, Islam itu thariq washaty. Jalan tengah. Menyerap kebaikan darimanapun tanpa kehilangan jatidiri. Islam bukan subordinasi. Umat Islam juga tidak boleh subordinatif. Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar juga harus konsisten dengan agendanya sendiri. Bukan agenda negara lain.

Sisi konspirasisme itu dua. Sebagai simbol dan sebagai konstruksi rasional. Sebagai konstruksi rasional, konspirasisme itu sangat lemah, seringkali pakai alur cocoklogi. Sebagai simbol, konspirasisme itu cermin dari inferioritas individual dan kolektif. Tanda ketidakberdayaan

Mari fokus menangani wabah ini. Berhenti membangun teori konspirasi. Berhenti menjadi proxy.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.